Hubungan Jepang dan Korea Selatan makin memanas, ini penyebabnya

Selasa, 23 Februari 2021 | 10:05 WIB Sumber: Channel News Asia
Hubungan Jepang dan Korea Selatan makin memanas, ini penyebabnya

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang memperbarui klaimnya atas pulau yang diperebutkan di Laut Jepang dengan Korea Selatan pada acara tahunan, Senin (22 Februari), meningkatkan ketegangan antara dua negara bertetangga ini.

Senin adalah hari peringatan Jepang menempatkan pulau itu di bawah yurisdiksi Prefektur Shimane pada 1905 silam. Jepang telah mengadakan upacara tahunan itu sejak 2006 dalam upaya untuk meningkatkan klaim atas pulau tersebut.

Pulau kecil tak berpenghuni yang kaya akan tempat penangkapan ikan di lepas pantai Barat Laut Shimane ini disebut Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan. Pulau itu telah secara efektif dikendalikan oleh Korea Selatan sejak 1950-an.

Yoshiaki Wada, pejabat Kantor Kabinet yang mewakili pemerintah pusat pada upacara di ibu kota Prefektur Matsue, menuduh "pendudukan Korea Selatan tidak sah yang tidak memiliki dasar hukum apa pun di bawah hukum internasional".

Baca Juga: Sengketa Senkaku dengan China, Amerika siap bela Jepang kalau diserang

"Ini sama sekali tidak bisa diterima," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Gubernur Shimane Tatsuya Maruyama mengkritik tindakan Korea Selatan di pulau itu termasuk latihan militer sebagai "upaya untuk menjadikan pendudukan Takeshima sebagai fakta yang ingin dicapai"

Dia pun mendesak Pemerintah Jepang untuk menyelesaikan perselisihan melalui diplomasi.

Provokasi yang sia-sia

Melansir Channel News Asia, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengecam Jepang karena melanjutkan "provokasi yang sia-sia" dengan mengadakan acara tahunan tersebut.

Baca Juga: Dua hari berturut-turut Jepang pergoki kapal China di sekitar Kepulauan Senkaku

Dalam sebuah pernyataan Senin, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menuntut agar acara tersebut dihapuskan. Mereka menegaskan, pulau itu adalah wilayah Korea Selatan karena "sejarah, geografi, dan hukum internasional".

Di Tokyo, Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan, Jepang bertekad untuk melindungi hak teritorialnya. "Takeshima jelas merupakan wilayah Jepang berdasarkan hukum internasional dan berdasarkan fakta sejarah," tegasnya.

"Untuk memecahkan masalah Takeshima, penting untuk mendapatkan pemahaman yang benar dari komunitas internasional," imbuh dia, seperti dilansir Channel News Asia.

Hubungan kedua negara telah jatuh ke level terburuk menyusul putusan pengadilan Korea Selatan, yang menurut Jepang membuat tuntutan "ilegal" untuk kompensasi atas pelecehan seksual terhadap wanita Korea dan penggunaan pekerja paksa selama Perang Dunia II.

Selanjutnya: Soal Laut China Selatan, Jepang & Inggris tolak upaya sepihak untuk ubah status quo

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru