kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Harga Minyak Melambung, Dua Sektor Industri Ini Belum Terdampak


Rabu, 09 Maret 2022 / 07:30 WIB

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

Pelaksana Harian Direktur Eksekutif  Indonesian Mining Association (IMA), Djoko Widajatno mengatakan kenaikan harga minyak mentah yang terjadi saat ini belum memberikan dampak yang signifikan. 

"Sebenarnya terkait dampak kenaikan BBM terhadap smelter pasti perencanaan sudah disiapkan cost flexible atau biaya tertinggi untuk mengantisipasi force major atau kendala tak terduga. Yang  semuanya itu ada hitungan perkapasitas dengan cost perkenaikan BBM," jelasnya saat dihubungi terpisah. 

Baca Juga: Kenaikan Harga Minyak Berpotensi Tekan Ongkos Produksi Batubara

Kebutuhan bahan bakar minyak di industri smelter biasa digunakan untuk pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD). Dia mencontohkan, saat ini Antam menggantungkan kebutuhan energi dari 8 unit pembangkit bertenaga diesel yang masing-masing unitnya berkapasitas 17 MW. 

Menurut Djoko, jika bahan bakar pembangkit dapat dikonversikan ke gas, biaya produksi akan relatif lebih murah. Pasalnya, 40% dari biaya produksi dihabiskan untuk kebutuhan energi. Secara teknis, Djoko menilai, langkah ini sangat memungkinan mengingat pembangkit milik Antam sudah memakai sistem dual fuel jadi tak butuh dana besar untuk memodifikasinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×