Gara-gara pemanasan global, serangan badai bisa lebih besar

Jumat, 13 November 2020 | 19:46 WIB Sumber: Kompas.com
Gara-gara pemanasan global, serangan badai bisa lebih besar


Proses Badai 

Mengutip CNN, saat badai melewati lautan maka akan menyerap udara di laut yang hangat dan lembab. Saat udara makin panas di bawah badai, maka semakin banyak kembaban yang ditahan udara yang kemudian akan memperkuat badai. 

“Lautan memasok uap air ke badai dan menjadi mesin panas badai mengubah panas laten di kelembaban untuk kemudian menjadi angin kencang dan hujan,” kata Chakraborty. 

Saat badai menghantam daratan, setelah dari lautan, maka pasokan energi penting yang memacu badai terputus sehingga badai melemah di daratan. Akan tetapi, saat ini emisi gas rumah kaca menyebabkan lautan dan atmosfer memanas berlebihan. Sebuah studi bahkan memperkirakan dalam 25 tahun, lautan dunia menyerap panas setara 3,6 miliar ledakan bom Hiroshima. 

Kehangatan yang berlebihan ini kemudian menyebabkan kelembaban terbawa lebih banyak dibanding sebelumnya, yang menjadi bahan bakar untuk mempertahankan kekuatan hingga jarak yang jauh. Inilah mengapa badai kemudian membuang lebih banyak curah hujan. Temuan ini menyimpulkan badai tak hanya mengancam kawasan pantai, tapi juga kawasan yang jauh dari pantai. 

"Perlambatan pembusukan ini akan terus berlanjut kecuali ada langkah-langkah substansial yang diambil untuk mengekang pemanasan global," kata Chakraborty.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Pemanasan Global Sebabkan Badai Jadi Lebih Kuat"
Penulis : Nur Rohmi Aida
Editor : Jihad Akbar

 

Selanjutnya: Mengenal lebih jauh pemanasan global atau global warming, penyebab serta dampaknya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru