Gandeng Polowijo Gosari, Petrokimia Gresik kaji rencana bangun pabrik pupuk kieserite

Sabtu, 12 Juni 2021 | 18:50 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Gandeng Polowijo Gosari, Petrokimia Gresik kaji rencana bangun pabrik pupuk kieserite

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Anak usaha PT Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, menggandeng PT Polowijo Gosari Indonesia melakukan kajian bersama untuk rencana pembangunan pabrik pupuk kieserite. 

Penandatanganan kesepakatan telah dilakukan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo bersama Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo.

Dwi menjelaskan, rencana pembangunan pabrik pupuk kieserite ini merupakan wujud dukungan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Saat ini kebutuhan pupuk kieserite domestik sepenuhnya dipenuhi melalui impor. 

Dalam 5 tahun terakhir, impor pupuk kieserite sekitar 80.000 ton per tahun dengan harga sekitar Rp 2,1 juta per ton.

"Saat ini belum ada pabrik pupuk kieserite di Indonesia, sehingga pabrik ini nantinya akan menjadi yang pertama di tanah air," kata Dwi dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (12/6). 

Lebih lanjut, Dwi bilang, pupuk kieserite banyak digunakan pada pertanian hortikultura antara lain komoditas kopi, karet, dan kelapa sawit. Terlebih saat ini lahan pertanian sawit di Indonesia mencapai 14 juta hektare (ha) dengan perkirakan kebutuhan kieserite sekitar 2 juta ton per tahun.

Baca Juga: Pupuk Indonesia cetak rekor kinerja produksi dan penjualan di 2020

Menurut dia, ini merupakan ceruk pasar yang potensial untuk dikembangkan, dan juga menjadi dukungan perusahaan terhadap optimalisasi pertanian Indonesia dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Pupuk kieserite atau magnesium sulfat merupakan salah satu sumber positif untuk unsur hara magnesium dan belerang. Selain berasal dari hasil tambang, kieserite juga bisa didapatkan melalui reaksi dan sintesa antara dolomit dengan asam sulfat.

Asak tahu saja, Polowijo Gosari Indonesia memiliki deposit dolomit dengan kandungan magnesium sekitar 18-20%. Sedangkan, Petrokimia Gresik memiliki fasilitas produksi asam sulfat dengan total kapasitas mencapai 1,1 juta ton per tahun. 

Sehingga pembangunan pabrik pupuk kieserite tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tapi juga menciptakan nilai tambah adanya kerja sama yang baik antara Petrokimia Gresik dan Polowijo Gosari Indonesia.

"Produksi kieserite tentunya akan menambah nilai manfaat dari dolomit Polowijo Gosari Indonesia dan asam sulfat dari Petrokimia Gresik," tandasnya.

Kerja sama ini disambut baik oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman. Menurut dia, kajian pendirian pabrik pupuk kieserite ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis Pupuk Indonesia untuk melakukan diferensiasi usaha, serta sesuai dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian berkelanjutan. 

Bakir berharap, kerjasama ini dapat bersifat jangka panjang, mengingat masih banyak pasar potensial yang perlu diisi melalui produk pupuk seperti ini. "Peluangnya besar, kita juga bisa kembangkan produk pupuk lain,” tambah dia. 

Sementara itu, Dirut Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo menjelaskan, tujuan kerjasama ini adalah untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Pihaknya mempunyai cadangan dolomit sebesar 550 juta ton.

Melalui kerjasama strategis ini Polowijo Gosari Indonesia berharap dapat mengembangkan produk-produk turunan magnesium atau dolomit."Semuanya memaksimalkan local content, serta berlokasi di Gresik," kata Deddy.

Baca Juga: Kemenperin dorong peluang kerja sama Indonesia dan Uzbekistan di industri pupuk

Pupuk kieserite sendiri termasuk pupuk yang cepat terurai dan bereaksi, sehingga menjadi pilihan yang tepat ketika tanaman membutuhkan unsur hara magnesium segera. Sedangkan, magnesium merupakan senyawa yang penting untuk pembentukan karbohidrat, lemak dan minyak pada tanaman, terutama tanaman penghasil minyak seperti kelapa sawit.

Manfaat lain dari aplikasi pupuk kieserite diantaranya meningkatkan klorofil sehingga warna daun lebih hijau sempurna. Selain itu juga membantu pembentukan bintil akar, pertumbuhan anakan, meningkatkan kadar minyak pada tanaman penghasil minyak seperti kelapa sawit dan kedelai, serta meningkatkan pH tanah.

 

Selanjutnya: Penyaluran KUR BNI ke sektor pertanian capai 3,2 triliun hingga Mei 2021

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru