kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom Celios: LCS dengan China bisa tekan volatilitas rupiah jangka panjang


Senin, 26 Juli 2021 / 07:15 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

Bhima juga mengatakan, dengan adanya kerja sama ini, akan menekan biaya dan risiko double konversi.

“Ini akan menguntungkan pengusaha karena biaya keuangan akan berkurang. Tidak perlu lagi double konversi. Bayangkan, nanti biaya dan risiko konversi dari yuan ke dollar AS kemudian ke rupiah akan berkurang,” tambahnya.

Akan tetapi, Bhima mengingatkan semua ini akan bergantung dengan keberhasilan pemanfaatan LCS. Dalam hal ini, apakah benar kerja sama ini bisa menekan porsi dollar menjadi 70% dari total transaksi perdagangan internasional Indonesia.

Baca Juga: Penerapan kerja sama LCS Indonesia - China akan dimulai pada Juli 2021

Makanya, ini juga akan sangat bergantung dari upaya otoritas dalam menarik pelaku usaha ekspor impor dalam memanfaatkan LCS itu sendiri. Strateginya, salah satunya, akan bergantung pada fasilitas yang diberikan oleh bank.

Apalagi, hingga sekarang masih banyak eksportir yang memegang dollar AS ketimbang Yuan karena dua alasan. Pertama, kebutuhan bahan baku diperoleh dari banyak negara masih mensyaratkan pembayaran dollar AS.

Kedua, pelayaran logistik untuk ekspor-impor masih 90% menggunakan kapal asing yang menerima pembayaran lewat dollar AS, bukan kurs lainnya sehingga ini juga menjadi tantangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×