kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.622   69,00   0,39%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Drone China nekad masuk zona terlarang, Taiwan siap tembak jatuh


Kamis, 08 April 2021 / 05:05 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Dalam beberapa bulan terakhir, Taiwan telah mengeluhkan aktivitas Angkatan Udara China yang berulang di dekat pulau-pulau itu, yang hanya dijaga oleh Penjaga Pantai Taiwan meskipun ada pengerahan marinir secara berkala. 

Tidak ada populasi sipil permanen di kepulauan itu, hanya sesekali ilmuan Taiwan mengunjunginya.

Pada Oktober tahun lalu, pengawas lalu lintas udara Hong Kong memperingatkan penerbangan sipil Taiwan yang terbang ke Pratas dalam rangkaian pasokan mingguan rutin, memaksanya untuk mundur.

Pratas, wilayah yang dikontrol Taiwan dan posisinya lebih dekat ke Hong Kong, juga menjadi sangat penting sejak protes anti-pemerintah pecah di kota yang dikelola China itu.

Baca Juga: Tak indahkan peringatan Taiwan, China bakal terus gelar latihan rutin

Taiwan telah mencegat setidaknya satu perahu yang mendekati Pratas, yang membawa orang-orang yang melarikan diri dari Hong Kong mencoba menuju Taiwan.

Pulau utama di Laut China Selatan lainnya di bawah kendali Taiwan adalah Itu Aba, juga dikenal sebagai Pulau Taiping, yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly.

Lee mengungkapkan, Penjaga Pantai Taiwan belum melihat drone China di sana.

Selain China dan Taiwan, Brunei, Malaysia, Filipina, serta Vietnam juga memiliki klaim yang bersaing untuk pulau dan fitur di Laut China Selatan.

Selanjutnya: Tegang! Kapal induk AS menuju Laut China Selatan saat kapal induk China dekati Taiwan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×