Demi hadapi China di Kepulauan Spratly, Vietnam perkuat sistem pertahanan

Selasa, 23 Februari 2021 | 20:10 WIB Sumber: South China Morning Post
Demi hadapi China di Kepulauan Spratly, Vietnam perkuat sistem pertahanan

KONTAN.CO.ID - HANOI. Kelompok think tank asal Amerika Serikat (AS) mengatakan, saat ini Vietnam telah memperkuat pertahanannya di Kepulauan Spratly, wilayah yang disengketakan dengan China.

Dilansir dari South China Morning Post, Asia Maritime Transparency Initiative Centre for Strategic and International (AMTI-CSIS) pada Jumat (19/2) melaporkan, Vietnam telah menempatkan sistem pertahanan udara dan pantai di sebagian besar pangkalan militernya di Spratly.

Laporan tersebut mengungkapkan, upaya itu telah Vietnam lakukan dalam dua tahun terakhir.

Secara umum, Vietnam berupaya untuk membuat fasilitasnya di daerah tersebut lebih tahan terhadap China. Lebih lanjut, Vietnam ingin memastikan pangkalan China berada dalam jangkauan yang tepat.

Selain Vietnam dan China, Kepulauan Spratly di Laut China Selatan juga diperebutkan oleh negara lain, seperti Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan. Masing-masing negara tersebut juga sudah menyiapkan pos penjagaan.

Baca Juga: Tolak tuduhan genosida di Xinjiang, China: Pintu kami terbuka untuk PBB

Menurut laporan AMTI-CSIS, peningkatan upaya Vietnam baru-baru ini terutama mereka lakukan di West Reef dan Sin Cowe, yang mengikuti pola penjagaan garis terdepannya di Spratly.

"Instalasi pertahanan pesisir pantai-beton yang sering dihubungkan ke bunker ada di mana-mana, di pos terdepan Vietnam yang lebih besar," ungkap laporan AMTI-CSIS.

Sistem senjata jarak jauh baru 

Dalam dua tahun terakhir, Vietnam juga telah memasang menara sinyal dan gedung administrasi di di lahan seluas 28,3 hektare di West Reef. Lahan tersebut merupakan hasil reklamasi yang mereka lakukan pada 2013-2016.

Kelompok think tank ini juga melaporkan, satu set instalasi pertahanan telah dibangun di sepanjang 10,5 hektare garis pantai utara Sin Cowe, sebuah proyek yang dimulai pada 2019.

Baca Juga: Diplomat senior China menyerukan pengaturan ulang hubungan dengan AS

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo


Terbaru