kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

China ke Filipina: Diplomasi megafon tidak bisa ubah fakta, hanya bisa merusak


Rabu, 05 Mei 2021 / 04:05 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan. Pada 2016, pengadilan arbitrase di Den Haag, Belanda, memutuskan  klaim China tidak sesuai dengan hukum internasional.

"Saya tidak akan memohon provokasi terakhir sebagai alasan untuk kehilangannya. Tetapi, jika Wang Yi mengikuti Twitter, maka saya minta maaf karena telah menyakiti perasaannya," kata Locsin di Twitter pada Selasa

Wang Yi adalah Menteri Luar Negeri China.

Duterte telah mengingatkan para pejabatnya bahwa tidak ada ruang untuk mengutuk dalam masalah diplomasi. "Hanya Presiden yang bisa mengumpat," kata Harry Roque, juru bicara Duterte, pada konferensi pers Selasa.

Selanjutnya: Kapal Tiongkok masih di Whitsun Reef, Filipina panggil duta besar China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×