kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Biaya Produksi Mobil Bisa Naik Akibat Melambungnya Harga Baja


Rabu, 23 Maret 2022 / 07:05 WIB

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

“Namun kami terus berusaha melakukan berbagai efisiensi dan meningkatkan produktivitas untuk dapat menekan kenaikan biaya produksi ini,” sambungnya saat dihubungi Kontan.co.id (22/3).

Billy belum mengonfirmasi, apakah HPM ke depannya akan melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga jual unit atau tidak. “Kami belum bisa disclose,” tutur Billy.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azzam mengatakan, baja bukan merupakan satu-satunya komoditas yang harganya naik. Sayangnya, kenaikan tersebut tidak bisa serta merta diimbangi dengan menaikkan harga jual unit produk, sebab daya beli konsumen belum pulih 100%.

“Tidak hanya baja hampir semua komoditas naik harganya. Tapi di lain sisi daya beli konsumen belum pulih 100%, jadi tidak bisa serta merta disesuaikan dalam bentuk kenaikan harga,” terang Bob kepada Kontan.co.id (22/3).

Baca Juga: Begini Tanggapan REI Terkait Naiknya Harga Komponen Konstruksi

Sementara itu,  Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, hanya merespon singkat ketika ditanyai perihal kenaikan harga baja dan dampaknya terhadap biaya produksi. “Kondisi ini saya yakin dialami seluruh pemain otomotif, bukan hanya Daihatsu,” tutur Amelila kepada Kontan.co.id (22/3).

Mengutip data Gaikindo, sebanyak 230.389 unit mobil diproduksi di RI pada sepanjang Januari-Februari 2022 lalu, tumbuh 49,61% dibandingkan realisasi produksi Januari-Februari 2021 yang sebesar 153.993 unit.

Toyota menjadi brand dengan realisasi produksi terbanyak pada periode Januari-Februari 2022 dengan angka produksi 94.559 unit atau setara 41,0% dari total produksi nasional Januari-September 2022, diikuti Daihatsu dengan angka  produksi 30.354 unit (13,2%), Mitsubishi 27.807 unit (12,1%), Suzuki 23.185 unit (10,1%), dan Honda 22.260 unit (9,7%).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×