Begini strategi Berkah Prima Perkasa (BEST) kejar pertumbuhan dua digit di tahun 2021

Sabtu, 28 November 2020 | 22:20 WIB   Reporter: Muhammad Julian
Begini strategi Berkah Prima Perkasa (BEST) kejar pertumbuhan dua digit di tahun 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) siap menyongsong tahun depan dengan sikap optimis. Emiten yang bergerak di bidang perdagangan besar perlengkapan komputer, alat-alat tulis, dan kegiatan jasa penunjang percetakan tersebut telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar pertumbuhan kinerja.

Presiden Direktur Berkah Prima Perkasa Herman Tansri mengatakan, BLUE akan memacu penjualan produk-produk yang memiliki harga lebih murah dibanding produk reguler BLUE. Sejumlah produk murah sudah diluncurkan oleh perusahaan pada beberapa lini produk.

Pada lini produk printer misalnya, BLUE telah meluncurkan produk printer Blueprint Lite 58 yang harganya berkisar kurang lebih separuh dari harga produk sejenis milik BLUE lainnya. Ke depannya, BLUE masih akan mengeluarkan produk-produk dengan harga terjangkau lain seperti kertas foto dengan harga 30% lebih murah dibanding produk kertas foto perusahaan saat ini, tinta murah, dan lain-lain.

Baca Juga: Tiga emiten Grup MAP menanggung rugi, begini rekomendasi sahamnya

Menurut Herman, pada kondisi pemulihan ekonomi, pelanggan akan lebih cenderung mencari barang dengan harga yang murah, sebab daya beli pasar masih belum pulih sepenuhnya. “Ketika ekonomi baru mulai beranjak, daya beli masih akan lebih dan barang-barang yang akan duluan dicari adalah barang-barang dengan harga yang murah,” kata Herman dalam acara paparan public expose yang disiarkan secara virtual, Jumat (27/11).

Upaya untuk menghadirkan produk dengan harga murah dilakukan melalui berbagai macam cara. Dari sisi pengemasan misalnya, BLUE  akan berupaya mengurangi item-item yang dirasa kurang perlu untuk menekan biaya. 

Berikutnya, BLUE juga akan mencoba berkoordinasi dengan mitra dealer untuk mengurangi marjin demi menggenjot volume penjualan. Perkiraan Herman, kontribusi penjualan produk-produk murah akan mulai terasa di kuartal IV 2020 dan kuartal I 2021.

Selain mengandalkan penjualan produk-produk murah, BLUE juga memperkuat penjualan tinta pada divisi tekstil dengan menambah varian. Upaya sudah mulai dilakukan. Sejauh ini, BLUE telah meluncurkan tinta DTG yang bisa dicetak langsung ke tekstil serta tinta DTS.

Strategi itu juga diiringi dengan penambahan cabang baru Blueprint Textile Printing di Surabaya. Kalau sukses, penambahan cabang  Blueprint Textile Printing akan kembali dilakukan di satu kota lainnya seperti Bandung ataupun Makassar. 

Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) menuai pertumbuhan di tengah pandemi

Selanjutnya, BLUE juga akan berupaya memperluas jangkauan service center dan memperkuat pangsa pasar untuk perangkat keras penunjang point of sales atawa POS hardware seperti printer struk, cash drawer, dan scanner, POS Software, dan produk stiker label.

Dengan  sejumlah strategi di atas, BLUE memproyeksi bisa membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 50% pada tahun depan dibanding proyeksi realisasi pendapatan tahun ini. Adapun pendapatan pada tahun ini diproyeksi turun sekitar 60% dibanding realisasi tahun 2019 lalu yang mencapai Rp 100,09  miliar.

Selain melakukan sejumlah strategi untuk memacu penjualan, BLUE juga berencana memperjuangkan akses untuk memasukkan barang atau listing situs e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa. Sejak 20 Oktober 2020 lalu, akses BLUE untuk memasukkan produk ke situs tersebut terganggu. “Dasarnya apa kami tidak tahu. Fakta yang kami terima adalah adanya penambahan aturan baru dari persyaratan masuk LKPP khusus untuk produk bidang kami,” ujar General Manager PT Berkah Prima Perkasa Tbk, Rudiyanto saat dihubungi Kontan.co.id usai acara paparan publik, Jumat (27/11).

Lebih lanjut, Rudiyanto menjelaskan bahwa adendum baru mensyaratkan pelaku usaha produk-produk supplies seperti BLUE yang menjual produk tinta compatible untuk meminta persetujuan pemilik main unit  atau dalam kasus ini pabrikan printer seperti Canon, Epson dan lain-lain untuk menjual barangnya di e katalog.

Persyaratan yang demikian menurut Rudiyanto tidak masuk akal, sebab pemilik main unit yang juga memproduksi tinta original logisnya tidak akan memberikan persetujuan kepada pelaku usaha tinta compatible yang jelas-jelas merupakan kompetitor bagi mereka.

Menurut Rudiyanto, produk-produk tinta BLUE sendiri memiliki kualitas yang tidak kalah saing bila dibanding dengan produk tinta/toner original. Hal ini menurutnya dibuktikan dengan capaian rekor MURI yang diperoleh BLUE setelah produk tinta perusahaan mampu dipergunakan untuk mencetak 45.338 lembar tanpa merusak printhead

Baca Juga: Penjualan tertekan 34,48%, MAP Boga Adiperkasa (MAPB) menanggung rugi

Angka tersebut, kata Rudiyanto bahkan melampaui capaian rekor yang didapat oleh tinta-tinta original. “Kalau dasarnya adalah kualitas, produk Blueprint punya kualitas yang tidak kalah dari tinta/toner original,” kata Rudiyanto.

Dari sisi layanan purna jual pun sama. Rudiyanto menilai, BLUE memiliki layanan purna jual yang mumpuni, sebab jaringan sevice center perusahaan sudah menjangkau sebanyak 26 kota di Indonesia.

Penerapan persyaratan tambahan ini dirasa merugikan bagi perusahaan. Gara-gara itu, instansi pemerintahan yang ingin melakukan pengadaan barang melalui sistem e katalog menjadi tidak bisa membeli barang-barang BLUE. Padahal, biasanya segmen instansi pemerintahan memiliki kontribusi yang tidak sedikit dalam total pendapatan perusahaan, yakni sekitar 35%. 

Menindaklanjuti hal ini, BLUE akan menempuh sejumlah upaya agar bisa kembali memasukkan barang di sistem e katalog. Beberapa contoh upaya yang  dimaksud misalnya seperti dengan melayangkan surat keberatan ke LKPP, meminta bantuan lembaga terkait seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kantor Staff Kepresidenan Deputi Bidang Perekonomian dengan tembusan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lain-lain.

Baca Juga: Laba turun 58%, Perusahaan Gas Negara (PGAS) tertekan triple shock

“Mungkin dalam perjuangan ini kami perlu menyiapkan biaya untuk ke pengadilan atau semacamnya, ini bisa juga menggerus profit perusahaan, akan tetapi kami percaya itu adalah jalan yang wajib kami lakukan,” ujar Herman sebelumnya dalam sesi paparan publik, Jumat (27/11).

Selanjutnya: Suryamas Dutamakmur (SMDM) tengah kembangkan proyek Kingsville

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Tendi Mahadi
Terbaru