kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Apa Kabar Insentif Mobil Listrik 2026? Ini Jawaban Kemenperin


Jumat, 06 Februari 2026 / 03:40 WIB
Apa Kabar Insentif Mobil Listrik 2026? Ini Jawaban Kemenperin
ILUSTRASI. Pabrik Mobil Listrik Vinfast (DOK/Vinfast.)

Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa kebijakan insentif mobil listrik untuk tahun 2026 hingga kini masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan secara final oleh pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, di sela Opening Ceremony Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

“(Insentif mobil listrik 2026) masih dalam pembahasan. Mudah-mudahan segera (diputuskan),” ujar Setia.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian pelaku industri otomotif terhadap keberlanjutan stimulus kendaraan listrik, khususnya insentif mobil listrik yang selama ini dinilai berperan penting dalam mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan di dalam negeri.

Isu insentif mobil listrik juga menjadi sorotan setelah pemerintah lebih dahulu menetapkan kebijakan terkait kendaraan listrik roda dua. Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan insentif motor listrik pada 2026.

Baca Juga: Geopolitik Energi: Indonesia Terjebak Isu Impor Minyak Rusia?

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif untuk motor listrik pada 2026. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi fiskal negara serta evaluasi efektivitas kebijakan terhadap perekonomian nasional.

“Pertimbangannya, kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi, yang lebih bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan,” ujar Agus di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Meski demikian, Agus menegaskan pemerintah tetap membuka ruang evaluasi ke depan. Opsi pemberian insentif motor listrik pada 2027 masih memungkinkan, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi fiskal serta dinamika industri kendaraan listrik nasional.

Tonton: Vortexa Sebut Minyak Rusia Masuk RI, Pertamina Bantah!

Sementara itu, pelaku industri berharap kebijakan insentif mobil listrik dapat segera diputuskan untuk memberikan kepastian usaha, menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan listrik, serta mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi di sektor transportasi.

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Kalbar, Jumat (6/2): Pontianak Hujan Ringan, Bagaimana Daerah Lain?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×