kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Ancaman Harga Minyakita Semakin Mahal di Depan Mata, Ini Biang Keroknya


Jumat, 24 April 2026 / 03:05 WIB
Ancaman Harga Minyakita Semakin Mahal di Depan Mata, Ini Biang Keroknya
ILUSTRASI. Harga plastik melonjak, ancaman Minyakita makin mahal di depan mata. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Reporter: Zendy Pradana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga plastik di dalam negeri. Salah satu komoditas yang terdampak adalah minyak goreng kemasan sederhana, Minyakita.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai, kenaikan harga plastik dapat mendorong naiknya biaya produksi, khususnya dari sisi kemasan.

Namun demikian, ia belum dapat memastikan besaran kenaikan harga Minyakita yang mungkin terjadi karena masih perlu perhitungan lebih lanjut.

“Perlu dihitung dulu, porsi biaya kemasan terhadap total ongkos produksi itu berapa persen. Karena ongkos produksi itu komponennya banyak, salah satunya kemasan,” ujar Khudori kepada Kontan.co.id, Kamis (23/4/2026).

Khudori menjelaskan, dampak kenaikan harga plastik terhadap harga jual juga sangat bergantung pada kondisi pasar. Jika harga plastik kembali turun, maka tekanan terhadap harga Minyakita juga bisa mereda.

Selain itu, faktor lain seperti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah juga akan sangat menentukan.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT April 2026 Mulai Cair, 11.014 Penerima Dicoret, Nama Anda Termasuk?

“Kalau harga minyak naik, ya harga ikut naik. Apalagi kalau pada saat yang sama rupiah melemah, tentu biaya produksi akan semakin mahal,” jelasnya.

Khudori pun mendorong pemerintah untuk menyiapkan skenario harga yang adaptif di tengah volatilitas global, terutama akibat dampak konflik geopolitik yang memengaruhi harga energi dan bahan baku.

“Perlu ada skenario, misalnya selama periode tertentu harga tertinggi dan terendahnya berapa, supaya ada acuan,” tambahnya.

Tonton: AS Hantam Jaringan Senjata Iran! 14 Pemasok Senjata Dijatuhi Sanksi

Lebih lanjut, ia juga menilai harga eceran tertinggi (HET) Minyakita saat ini sebesar Rp15.900 per liter perlu dikaji ulang karena dinilai tidak lagi mencerminkan kondisi biaya produksi terkini.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan, ongkos produksi Minyakita itu sudah melampaui HET yang ditetapkan. Jadi perlu evaluasi,” tegas Khudori.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

×