kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

8 Fakta Soal Omicron Terbaru: Dapat Menjangkiti Orang yang Sudah Terinfeksi


Kamis, 03 Februari 2022 / 11:00 WIB
8 Fakta Soal Omicron Terbaru: Dapat Menjangkiti Orang yang Sudah Terinfeksi

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin naik. Kondisi ini dipicu oleh meluasnya penyebaran varian Omicron di Tanah Air.

Data yang dihimpun Kompas.com menunjukkan, terdapat penambahan 16.021 kasus baru virus corona per Selasa (1/2/2022). Dengan penambahan itu, hingga kini total ada 4.369.391 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Sejalan dengan melonjaknya kasus Covid-19, penambahan kasus Omicron terus merangkak naik. Hingga Senin (31/1/2022), total ada 2.980 varian Omicron di Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.601 merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri dan 1.039 berasal dari transmisi lokal.

Baca Juga: Sinopharm Resmi Jadi Vaksin Booster ke-6 di Indonesia, Ini Efek Sampingnya

Mengutip informasi di laman covid19.go.id, pemerintah sudah mengantisipasi hal ini dan menyiapkan beberapa langkah untuk menghadapinya. Misalnya saja melakukan perbaikan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sesuai dengan karakter varian Omicron, dan juga dengan menyediakan layanan telemedisin (aplikasi layanan kesehatan).

Untuk menghindari peningkatan beban pada tenaga dan fasilitas kesehatan, pemerintah mengimbau agar pasien tanpa ada gejala (asimtomatik) dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah selama lima hari.

Baca Juga: Data Corona RI, Rabu (2/2): Tambah 17.895 Kasus Baru, Sembuh 5.110, Meninggal 25

Sedangkan untuk pasien dengan gejala ringan (seperti batuk, pilek, atau demam) dapat menggunakan layanan telemedisin, ke puskesmas atau dokter terdekat.

Kenali 8 fakta Omicron

Para ahli sudah mempublikasikan beberapa fakta baru terkait dengan Omicron.

1. Omicron diketahui menyebabkan kenaikan kasus yang lebih tinggi dibandingkan varian Delta dikarenakan lebih mudah menular dan dapat menular pada orang yang pernah terinfeksi sebelumnya.

2. Masa inkubasi atau munculnya gejala sejak pertama kali terpapar virus Omicron cenderung lebih cepat daripada varian lain. 

3. Lalu, gejalanya tidak spesifik namun disinyalir lebih ringan.

4. Saat ini diketahui angka rawat inap di rumah sakit (hospitalisasi) lebih rendah dibandingkan varian Delta.

Baca Juga: Kemenkes: Antisipasi Lonjakan kasus Covid-19, 12,4 Ton Suplai Oksigen Telah Disiapkan

5. Varian Omicron dapat menular pada orang yang pernah terinfeksi sebelumnya.

6. Varian Omicron masih dapat terdeteksi dengan RT-PCR maupun rapid antigen. 

7. Untuk vaksin sendiri masih banyak berperan dalam mencegah keparahan gejala dan kematian, walau diketahui efektivitasnya berkurang.
 
8. Untuk terapi pengobatan, obat yang dipakai untuk varian sebelumnya masih efektif digunakan untuk Omicron.

"Dengan berbagai fakta baru ini, disiplin protokol kesehatan dan segerakan vaksinasi tetap jadi upaya utama untuk menghentikan penyebaran Omicron," pesan Satgas Penanganan Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×