kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

8 Fakta Soal Omicron Terbaru: Dapat Menjangkiti Orang yang Sudah Terinfeksi


Kamis, 03 Februari 2022 / 11:00 WIB

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin naik. Kondisi ini dipicu oleh meluasnya penyebaran varian Omicron di Tanah Air.

Data yang dihimpun Kompas.com menunjukkan, terdapat penambahan 16.021 kasus baru virus corona per Selasa (1/2/2022). Dengan penambahan itu, hingga kini total ada 4.369.391 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Sejalan dengan melonjaknya kasus Covid-19, penambahan kasus Omicron terus merangkak naik. Hingga Senin (31/1/2022), total ada 2.980 varian Omicron di Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.601 merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri dan 1.039 berasal dari transmisi lokal.

Baca Juga: Sinopharm Resmi Jadi Vaksin Booster ke-6 di Indonesia, Ini Efek Sampingnya

Mengutip informasi di laman covid19.go.id, pemerintah sudah mengantisipasi hal ini dan menyiapkan beberapa langkah untuk menghadapinya. Misalnya saja melakukan perbaikan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sesuai dengan karakter varian Omicron, dan juga dengan menyediakan layanan telemedisin (aplikasi layanan kesehatan).

Untuk menghindari peningkatan beban pada tenaga dan fasilitas kesehatan, pemerintah mengimbau agar pasien tanpa ada gejala (asimtomatik) dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah selama lima hari.

Baca Juga: Data Corona RI, Rabu (2/2): Tambah 17.895 Kasus Baru, Sembuh 5.110, Meninggal 25

Sedangkan untuk pasien dengan gejala ringan (seperti batuk, pilek, atau demam) dapat menggunakan layanan telemedisin, ke puskesmas atau dokter terdekat.



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×