Zona merah corona di Indonesia akhir 2020 jadi 76, waspada lonjakan Covid-19

Jumat, 01 Januari 2021 | 11:15 WIB   Reporter: Adi Wikanto
Zona merah corona di Indonesia akhir 2020 jadi 76, waspada lonjakan Covid-19

Jakarta. Waspada kenaikan kasus positif virus corona. Daerah berstatus zona merah corona atau rawan penyebaran Covid-29 di Indonesia naik lagi pada akhir 2020.

Jawa Tengah tetap menjadi daerah dengan zona merah corona terbanyak di Indonesia. Bahkan, jumlah zona merah corona di Jawa Tengah dalam sepakan meningkat pesat. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga Rabu (30/12) ada tambahan 8.002 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 735.124 kasus positif corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 6.958 orang sehingga menjadi sebanyak 603.741 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 241 orang menjadi sebanyak 21.944  orang. Jumlah kasus corona terbanyak berasal dari DKI Jakarta, lalu Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dengan jumlah kasus corona tersebut, kini ada 76 daerah yang berstatus zona merah atau risiko tinggi penularan virus corona. Sepekan sebelumnya jumlah daerah zona merah corona di Indonesia mencapai 60 daerah.

Baca juga: Simak penjelasan WHO tentang mutasi virus corona yang diperkirakan lebih mematikan

Zona merah terbanyak berada di Jawa Tengah yang mencapai 17 wilayah, naik dari pekan sebelumnya hanya 12 wilayah. DKI Jakarta yang selama sepekan terakhir mencatat lonjakan kasus corona masih tetap memiliki dua daerah berstatus zona merah corona yakni di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Berikut daftar zona merah corona di Indonesia berdasarkan data terbaru, 27 Desember 2020:

Zona merah corona di Sumatera Utara

  • Kota Medan

Zona merah corona di Sumatera Selatan

  • Kota Palembang

Zona merah corona di Sulawesi Utara

  • Minahasa
  • Minahasa Utara
  • Minahasa Tenggara

Zona merah corona di Sulawesi Utara

  • Bolaang
  • Mongondow Timur
  • Kota Manado
  • Kota Tomohon
  • Kota Kotamobagu
     

Simak daftar zona merah corona lainnya di halaman selanjutnya

Zona merah corona di Sulawesi Tenggara

  • Kota Bau Bau

Zona merah corona di Sulawesi Tengah

  • Morowali
  • Kota Palu

Zona merah corona di Papua

  • Kota Jayapura

Zona merah corona di Nusa Tenggara Timur

  • Sumba Timur
  • Kota Kupang

Zona merah corona di Nusa Tenggara Barat

  • Sumbawa
  • Kota Bima

Zona merah corona di Maluku

  • Maluku Barat Daya

Zona merah corona di Lampung

  • Kota Bandar Lampung

Zona merah corona di Kepulauan Bangka Belitung

  • Kota Pangkalpinang

Zona merah corona di Kalimantan Timur

  • Kutai Barat
  • Berau

Zona merah corona di Kalimantan Tengah

  • Barito Timur
  • Kota Palangkaraya
  • Kotawaringin Barat
  • Kapuas    
  • Katingan
  • Seruyan
  • Lamandau
  • Pulang Pisau

Simak daftar zona merah corona lainnya di halaman selanjutnya

Zona merah corona di Kalimantan Selatan

  • Tanah Laut

Zona merah corona di Jawa Timur

  • Tulungagung
  • Lumajang
  • Kota Blitar
  • Kota Malang
  • Kota Madiun
  • Mojokerto
  • Bojonegoro
  • Tuban

Zona merah corona di Jawa Tengah

  • Banyumas
  • Purbalingga
  • Kebumen
  • Magelang
  • Sukoharjo
  • Wonogiri
  • Karanganyar
  • Sragen
  • Grobogan
  • Rembang
  • Jepara
  • Kendal
  • Batang
  • Pemalang
  • Brebes
  • Kota Surakarta
  • Kota Tegal

Zona merah corona di Jawa Barat

  • Karawang
  • Bandung Barat
  • Kota Depok
  • Kota Tasikmalaya

Zona merah corona di Gorontalo

  • Kota Gorontalo

DKI Jakarta

  • Jakarta Selatan
  • Jakarta Timur

Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Bantul
  • Gunungkidul
  • Sleman
  • Kota Yogyakarta

Zona merah corona di Bengkulu

  • Bengkulu Selatan
  • Mukomuko
  • Kota Bengkulu

Zona merah corona di Banten

  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan

Zona merah corona di Bali

  • Jembrana
  • Tabanan
  • Badung
  • Gianyar

 

Perhitungan indikator kesehatan masyarakat:

 

Peta Zonasi Risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.
Indikator-indikator yang digunakan adalah sbb:

Indikator epidmiologi:
1) Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
2) Penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
3) Penurunan jumlah meninggal kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
4) Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
5) Penurunan jumlah kasus positif & probable yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
6) Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
7) Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif & probable
8) Laju insidensi kasus positif per 100,000 penduduk
9) Mortality rate kasus positif per 100,000 penduduk
10) Kecepatan Laju Insidensi per 100,000 penduduk

PS. Data probable didapatkan dari data PHEOC utk nomor 1, 3, 7, sedangkan data probable untuk nomor 6 didapatkan dari data RS Online

Indikator surveilans kesehatan masyarakat
1) Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir
2) Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa)

Indikator pelayanan kesehatan
1) Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS
2) Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS

Sumber data:
- Data kasus positif dan pemeriksaan laboratorium berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan.
- Data pasien ODP, PDP, dan kapasitas pelayanan RS didapatkan berdasarkan data RS Online di bawah koordinasi Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Ingat pandemi Covid-19 belum berakhir, banyak daerah berstatus zona merah corona. Patuhi protokol kesehatan, selalu kenakan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Sambut vaksinasi vaksin corona, ini persiapan Gubernur Anies Baswedan

 

 

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru