kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.875   29,00   0,17%
  • IDX 8.957   20,36   0,23%
  • KOMPAS100 1.236   6,43   0,52%
  • LQ45 872   3,83   0,44%
  • ISSI 326   1,74   0,54%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 521   3,79   0,73%
  • IDX80 138   0,76   0,56%
  • IDXV30 145   1,10   0,76%
  • IDXQ30 142   1,16   0,82%

Xi Jinping usulkan QR code, aktivis HAM imbau hati-hati


Selasa, 24 November 2020 / 11:11 WIB
Xi Jinping usulkan QR code, aktivis HAM imbau hati-hati

Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Xi Jinping juga menyerukan pembukaan kembali ekonomi global, termasuk memulihkan "rantai pasokan global dan industri" dan "liberalisasi perdagangan pasokan medis utama".

Membuka kembali jalur perjalanan tetap menjadi tantangan bagi sebagian besar negara, di mana angka lonjakan penyakit menyulitkan pihak berwenang untuk mencabut pembatasan perjalanan.

Baca Juga: Bersama Rusia, China siap menentang proteksionisme dan hegemoni

Gelembung perjalanan antara Singapura dan Hong Kong, misalnya, ditunda tak lama sebelum dijadwalkan dimulai akhir pekan ini karena lonjakan kasus yang tiba-tiba di Hong Kong.

Jadi kuda troya

Namun para pendukung Hak Asasi Manusia memperingatkan bahwa kode tersebut dapat digunakan untuk "pemantauan dan pengecualian politik yang lebih luas".

Dalam sebuah tweet, direktur eksekutif Human Rights Watch Kenneth Roth menyatakan kehati-hatian atas pengajuan proposal Xi Jinping.

"Fokus awal pada kesehatan dapat dengan mudah menjadi Kuda Troya untuk pengawasan dan pengucilan politik yang lebih luas," katanya.

Kota Hangzhou telah mengatakan rencananya untuk membuat versi permanen dari perangkat lunak berbasis kode QR, yang akan digunakan untuk memberikan skor pribadi kepada warga berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan kesehatan, dan kebiasaan gaya hidup mereka.

Baca Juga: Xi Jinping: China akan memangkas tarif, mendorong impor barang dan jasa berkualitas

Kode QR telah digunakan secara berbeda di tempat lain.

Di Singapura dan Australia, misalnya, mereka digunakan untuk pelacakan kontrak, dengan penduduk menggunakannya untuk check-in dan keluar dari tempat yang mereka kunjungi, termasuk mal, restoran, dan tempat kerja mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×