kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

WHO cemas, situasi bisa lebih buruk di tahun kedua pandemi Covid-19


Kamis, 14 Januari 2021 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. WHO mengatakan, tahun kedua pandemi Covid-19 kemungkinan lebih parah daripada tahun pertama. REUTERS/Denis Balibouse

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Rabu (13/1/2021), tahun kedua pandemi Covid-19 kemungkinan lebih parah daripada tahun pertama. Hal ini mengingat bagaimana virus corona baru menyebar, terutama di belahan bumi utara ketika varian yang lebih menular mulai beraksi.

“Kita akan memasuki tahun kedua ini, bahkan bisa lebih sulit mengingat dinamika transmisi dan beberapa masalah yang kami lihat,” kata Mike Ryan, pejabat tinggi darurat WHO, dalam sebuah acara di media sosial seperti yang dilansir Reuters.

Data Reuters menunjukkan, jumlah kematian di seluruh dunia mendekati angka 2 juta orang sejak pandemi dimulai, dengan 91,5 juta orang terinfeksi.

WHO, dalam pembaruan epidemiologi terbaru yang dikeluarkan semalam, mengatakan setelah dua minggu lebih sedikit kasus yang dilaporkan, sekitar lima juta kasus baru dilaporkan pada minggu lalu. Ini kemungkinan akibat dari melemahnya pertahanan selama musim liburan di mana orang dan virus datang bersama-sama.

Baca Juga: Cek dan buktikan hoaks terkait vaksin virus corona, begini caranya

“Pastinya di belahan bumi utara, khususnya di Eropa dan Amerika Utara, kami telah melihat badai musim yang sempurna seperti itu - dingin, orang-orang masuk ke dalam, percampuran sosial yang meningkat dan kombinasi faktor-faktor yang telah mendorong peningkatan penularan di banyak negara," kata Ryan.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, memperingatkan: "Setelah liburan, di beberapa negara situasinya akan menjadi jauh lebih buruk sebelum menjadi lebih baik."

Baca Juga: China lockdown 4 kota, 28 juta orang jalani karantina rumah



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×