kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.638   72,00   0,41%
  • IDX 6.491   -98,43   -1,49%
  • KOMPAS100 854   -12,54   -1,45%
  • LQ45 647   -9,36   -1,43%
  • ISSI 226   -4,13   -1,80%
  • IDX30 359   -5,35   -1,47%
  • IDXHIDIV20 447   -5,12   -1,13%
  • IDX80 97   -1,44   -1,46%
  • IDXV30 125   -1,42   -1,12%
  • IDXQ30 115   -1,71   -1,46%

Waspada! Studi terbaru: Virus corona berkembang lebih baik di udara


Senin, 20 September 2021 / 23:10 WIB

Sumber: Kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Selain itu, para peneliti menemukan, penutup wajah secara signifikan mengurangi jumlah virus yang diembuskan ke udara dari mereka yang terinfeksi Covid-19 sekitar 50%. 

Tetapi, kain longgar dan masker bedah tidak bisa sepenuhnya mencegah partikel virus dari udara. 

Mengutip Times of India, cara paling efektif untuk melindungi diri dari aerosol berbahaya adalah menghindari tempat ramai dan menjaga jarak sosial. 

Kemudian, menghindari ruangan dengan ventilasi yang sedikit atau tidak ada sama sekali, dan pakai masker dengan baik setiap saat. 

"Bila digunakan dengan benar, pembersih udara dapat membantu mengurangi kontaminan di udara, termasuk virus, di rumah atau ruang terbatas," ungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). 

Terakhir, prioritaskan vaksinasi karena bisa menghindari infeksi parah dan mengurangi risiko rawat inap.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Virus Corona Berkembang Baik di Udara, Masker Longgar Rawan Tembus"

Penulis: Nur Fitriatus Shalihah
Editor: Rendika Ferri Kurniawan

Selanjutnya: Bell's Palsy hingga anafilaksis, ini efek samping serius vaksin Sinovac

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×