kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Waduh, varian baru virus corona sudah menginfeksi 50 negara


Kamis, 14 Januari 2021 / 11:40 WIB

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dilansir AFP Rabu (13/1/2021), varian itu ditemukan pada dua orang dewasa dan dua anak, yang semuanya datang dari Brasil. Disebutkan varian ini mempunyai 12 mutasi pada spike (mahkota) protein, termasuk tiga mutasi yang ditemukan pada VOC 202012/01 dan 501Y.V2. 

WHO menerangkan bahwa mutasi tersebut bisa menyebabkan dampak pada tingkat transmisi maupun respons imun tubuh yang terinfeksi. Badan kesehatan dunia itu menuturkan, peneliti mereka di Brasil melaporkan varian serupa, yang nampaknya berkembang secara independen daripada yang terdeteksi di Jepang. 

"Bagaimana dampak dan signifikansi varian baru ini terhadap kesehatan publik membutuhkan penyelidikan lanjutan," ulas WHO. 

Baca Juga: Cegah mutasi virus corona, Kemenkes dan Kemenristek bentuk tim genomic surveillance

Pada Selasa (12/1/2021), mereka menggelar pertemuan dengan 1.750 ilmuwan dunia untuk mendiskusikan prioritas penelitian dalam menjawab varian baru tersebut. 

Kepala Pengembangan dan Penelitian WHO Ana Maria Henao Restrepo berujar, mereka harus selangkah lebih maju dalam melawan wabah ini. Henao Restrepo mengatakan pihaknya mempunyai tujuan menciptakan mekanisme global, yang mampu mengidentifikasi dan memahami implikasi varian ini demi penanganan wabah. 

WHO melanjutkan, varian baru virus corona ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kemampuan diagnosa dan pengurutan sistematis pada virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Varian Baru Virus Corona asal Inggris Sudah Menginfeksi 50 Negara"

Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Selanjutnya: FDA: Varian baru corona bisa sebabkan hasil negatif palsu dari sejumlah alat tes

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

×