kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.832   13,00   0,07%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Wabah corona bangkit lagi, begini upaya habis-habisan China membendungnya


Jumat, 15 Januari 2021 / 12:53 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang berjalan di sepanjang jalan pada jam sibuk pagi hari sebelum kedatangan tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal-usul pandemi COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 14 Januari 2021.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Mulai Senin (11/1), Pemerintah Wangkui menutup semua bisnis yang tidak penting, melarang orang meninggalkan kabupaten, dan memblokir semua lalu lintas yang tidak penting.

Setiap keluarga di kabupaten itu bisa meminta satu orang meninggalkan rumah mereka setiap tiga hari sekali untuk membeli kebutuhan, televisi pemerintah melaporkan seperti dilansir Reuters.

Sedang Tieli, kota berpenduduk sekitar 300.000 orang yang berbatasan dengan Suihua, mengatakan pada Rabu (13/1), tidak akan mengizinkan orang atau kendaraan pergi selama tiga hari sebagai bagian dari langkah pencegahan Covid-19 yang baru.

Kota Qiqihar di Provinsi Heilongjiang telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat di seluruh kota untuk Covid-19. Yichun juga telah menutup semua tempat hiburan dan klinik swasta serta memperkuat kontrol transportasi di kota

Dikutip dari Global Times, Zhang Qingwei, Ketua Partai Komunis Heilongjiang, mendesak pemerintah provinsi untuk melakukan upaya habis-habisan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Ya, habis-habisan.

Selanjutnya: Demi cegah wabah corona, 3 kota di China berpenduduk 22 juta jiwa dikunci

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×