kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Virus corona sudah menelan nyawa 1,5 juta warga dunia


Jumat, 04 Desember 2020 / 10:13 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pada hari Rabu, Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui kandidat vaksin yang dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer Inc Jerman, memimpin dunia dalam perlombaan untuk memulai program inokulasi massal yang sangat penting.

Namun, pasokan vaksin diperkirakan akan sangat terbatas pada tahap awal yang berarti bahwa setiap negara harus memprioritaskan berdasarkan faktor risiko.

Baca Juga: Orangtua wajib tahu, berikut pedoman dari WHO tentang screen time untuk anak

Regulator kesehatan AS diharapkan menyetujui distribusi dan administrasi vaksin pada pertengahan Desember.

Sementara itu, menurut kelompok pengontrol penyakit Uni Afrika pada Kamis, Afrika menargetkan agar 60% populasinya divaksinasi terhadap Covid-19 dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Menurut penghitungan Reuters, benua dengan jumlah populasi sebanyak 1,3 miliar orang itu telah mencatat lebih dari 2,2 juta infeksi virus corona yang dikonfirmasi.

Selanjutnya: Corona DKI Jakarta: Per Rabu (2/12) tambah 1.108 kasus baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×