kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Virus corona merajalela di penjara, Korea Selatan kesulitan kontrol penyebarannya


Rabu, 30 Desember 2020 / 20:05 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemerintah Korea Selatan saat ini sedang bersusah payah menahan laju infeksi virus corona baru di dalam penjara Seoul, yang jumlahnya sudah mencapai ratusan kasus.

Reuters melaporkan, sebuah penjara di Tenggara Seoul memiliki 771 narapidana dan 21 staf yang terinfeksi, atau total sebanyak 792 kasus dalam satu lokasi.

Selasa (29/12) malam, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengumumkan tambahan 1.050 kasus baru dalam satu hari secara nasional. Sehingga, total kasus menjadi 59.773 dan jumlah kematian menjadi 879.

Menteri Kehakiman Choo Mi-ae pada Selasa melakukan kunjungan khusus ke penjara dan memerintahkan pemisahan narapidana yang terinfeksi. Serta, menetapkan program pembebasan bersyarat untuk lebih banyak narapidana.

Baca Juga: Yakinkan publik, giliran Wakil Presiden AS terpilih disuntik vaksin virus corona

Narapidana umumnya juga merasa khawatir akan keselamatan mereka jika terus berkumpul dalam satu lingkungan di tengah pandemi. Media lokal bahkan sempat menampilkan foto-foto para narapidana yang memegang tanda bertuliskan "Tolong selamatkan kami".

Pemerintah Korea Selatan dalam satu bulan terakhir memperketat aturan pembatasan sosial, terutama menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru.

"Kami memiliki tingkat kasus terkonfirmasi yang relatif rendah terhadap populasi, tetapi sekitar 40% dari kasus terkonfirmasi kumulatif terjadi dalam sebulan terakhir. Ini menjadi gelombang krisis terbesar," ungkap Perdana Menteri Chung Sye-kyun.

Baca Juga: Korea Selatan kembali temukan dua kasus varian baru virus corona



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×