kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ukraina Serukan Zona Larangan Terbang untuk Cegah Rusia, Begini Respons NATO


Sabtu, 05 Maret 2022 / 07:35 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly mengatakan bahwa garis merah NATO adalah untuk menghindari memicu konflik yang lebih luas. Kantor kepresidenan Prancis menggambarkan zona larangan terbang sebagai "permintaan yang sangat sah dan sangat sulit dipenuhi."

Perdana Menteri Lithuania Ingrida Simonyte mengatakan seruan untuk melibatkan NATO ke dalam konflik militer sekarang adalah "tidak bertanggung jawab."

Baca Juga: Sergei Lavrov Sebut Rusia Akan Melanjutkan Perang di Ukraina Sampai Akhir

Putin meluncurkan "operasi militer khusus" untuk menyingkirkan apa yang dia katakan sebagai pemerintah fasis Ukraina dan demiliterisasi negara itu. Zelenskiy mengatakan Moskow sedang mencoba untuk mencegah demokrasi liberal berkembang di perbatasan Rusia.

"Kami sekarang menyaksikan perang penuh di perbatasan kami, perang yang dilancarkan oleh Presiden Putin melawan Ukraina," kata diplomat tinggi Uni Eropa menjelang pembicaraan terpisah blok itu pada Jumat.

"Kami akan mempertimbangkan segalanya. Semuanya tetap di atas meja," kata Josep Borrell tentang sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×