Ukraina Janji Siapkan Sejuta Militer Kuat untuk Rebut Wilayah yang Dikuasai Rusia

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:10 WIB Sumber: BBC
Ukraina Janji Siapkan Sejuta Militer Kuat untuk Rebut Wilayah yang Dikuasai Rusia


KONTAN.CO.ID - Pemerintah Ukraina tidak tinggal diam di tengah gempuran militer Rusia. Kementerian Pertahanan Ukraina bersumpah untuk mempersiapkan satu juta militer kuat untuk merebut kembali wilayah yang dirampas militer Rusia dalam perang ini.

 Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan pihaknya akan mempersiapkan satu juta tentara yang kuat, dilengkapi dengan senjata NATO untuk merebut kembali bagian selatan negara itu dari pendudukan Rusia.

"Merebut kembali wilayah di sekitar pantai Laut Hitam sangat penting bagi perekonomian negara,"kata Reznikov seperti dikutip dari BBC News, Senin (11/7).

Namun, komentar itu lebih merupakan seruan daripada rencana konkret, kata wartawan BBC Joe Inwood di Kyiv.

Pernyataan menteri pertahanan Ukraina itu muncul ketika Rusia membuat kemajuan dalam mengambil wilayah di wilayah Donbas timur.

Baca Juga: Rusia Gunakan Rudal Supersonik X-31 dalam Perang di Ukraina, Begini Kemampuannya

Sebuah serangan di sebuah blok flat pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 18 orang, dengan lebih dari 20 dikhawatirkan terkubur di bawah puing-puing.

Tim penyelamat masih mencari korban selamat di lokasi gedung lima lantai di Chasiv Yar, dekat kota Kramatorsk, di wilayah Donetsk yang menjadi fokus serangan Rusia.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar The Times, Reznikov memuji Inggris sebagai kunci dalam transisi dari menyediakan senjata era Soviet ke Ukraina ke sistem pertahanan udara dan amunisi berstandar NATO.

Dia mengatakan pengiriman senjata perlu dipercepat. "Kami membutuhkan lebih banyak, dengan cepat, untuk menyelamatkan nyawa tentara kami. Setiap hari kami menunggu howitzer, kami bisa kehilangan seratus tentara," katanya.

Baca Juga: Menlu AS Menyebut Ada Peran Rusia dalam Kekacauan dan Krisis di Sri Lanka

"Kami memiliki sekitar 700.000 angkatan bersenjata dan ketika Anda menambahkan penjaga nasional, polisi, penjaga perbatasan, kami memiliki sekitar satu juta orang," kata menteri pertahanan.

Namun, Dr Jack Watling, peneliti senior di Royal United Services Institute, memperingatkan angka tersebut.

"Bukan satu juta kekuatan kuat yang akan melakukan serangan balik," kata Watling kepada BBC.

“Biasanya Anda menginginkan kejutan operasional ketika Anda meluncurkan serangan balik, jadi mengumumkannya secara terbuka sebagian adalah tentang memaksa Rusia harus mengerahkan sumber daya lebih luas untuk menjaga dari ancaman ini,” ucapnya.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru