kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Twindemic Hantui Eropa, Influenza Menyebar Cepat di Tengah Pandemi Covid-19


Senin, 17 Januari 2022 / 23:15 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Influenza kembali ke Eropa pada tingkat yang lebih cepat dari perkiraan musim dingin ini, setelah hampir menghilang tahun lalu, meningkatkan kekhawatiran tentang twindemic berkepanjangan dengan Covid-19.

Penguncian, pemakaian masker, dan jarak sosial yang telah menjadi norma di Eropa selama pandemi Covid-19 melumpuhkan flu musim dingin tahun lalu, untuk sementara membasmi virus yang secara global membunuh sekitar 650.000 per tahun, menurut angka Uni Eropa.

Tetapi, sekarang telah berubah ketika negara-negara di Eropa mengadopsi langkah-langkah yang kurang ketat untuk memerangi Covid-19 karena vaksinasi yang meluas.

Sejak pertengahan Desember tahun lalu, virus flu telah beredar di Eropa pada tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) melaporkan bulan ini, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Musim Liburan Imlek, Kota di China dalam Kondisi Waspada Tinggi Covid-19

Pada Desember lalu, jumlah kasus flu di unit perawatan intensif Eropa (ICU) meningkat terus ke puncak dengan 43 pasien pada minggu terakhir tahun ini, data ECDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan.

Tapi, angka itu jauh di bawah tingkat pra-pandemi, dengan kasus flu mingguan di ICU memuncak lebih dari 400 pada periode yang sama pada 2018, misalnya.

Meski begitu, angka tersebut adalah peningkatan besar dibandingkan dengan tahun lalu, ketika hanya ada satu kasus flu di ICU sepanjang Desember, data menunjukkan.

Kembalinya virus bisa menjadi awal dari musim flu yang luar biasa panjang, yang bisa berlanjut hingga musim panas, pakar utama ECDC tentang influenza Pasi Penttinen mengatakan kepada Reuters.

Baca Juga: Uni Eropa: Dengan Omicron, Dunia akan Bergerak Cepat Menuju Skenario Mendekati Endemi



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×