kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.115   -74,00   -0,41%
  • IDX 5.037   116,93   2,38%
  • KOMPAS100 650   18,07   2,86%
  • LQ45 515   14,05   2,80%
  • ISSI 167   3,37   2,07%
  • IDX30 290   7,00   2,47%
  • IDXHIDIV20 390   7,38   1,93%
  • IDX80 75   2,03   2,78%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,34%

Turki tetap aktifkan sistem rudal S-400 buatan Rusia, meski AS mengancam


Jumat, 13 November 2020 / 11:40 WIB

Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Di tengah tekanan Amerika Serikat (AS), Turki melanjutkan persiapan untuk mengaktifkan sistem rudal anti-pesawat S-400 buatan Rusia.

"Kami terus memeriksa dan mempersiapkan sistem (rudal anti-pesawat S-400) sesuai dengan rencana kami," kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar, Kamis (12/11).

"Kami akan menggunakan S-400 seperti beberapa anggota NATO menggunakan S-300," ujarnya seperti dikutip TASS dari kantor berita Anadolu.

Tapi, menurut Akar, proposal Turki untuk membentuk gugus tugas teknis dengan AS untuk mempelajari kompatibilitas S-400 dan jet tempur generasi kelima F-35 tetap berlaku.

Baca Juga: Tantang AS, Erdogan: Apa pun sanksi yang mungkin diberikan ke Turki, jangan ditunda

Kemungkinan sanksi tetap ada

Sementara Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik-Militer Clarke Cooper menyatakan pada awal November lalu, kemungkinan Washington akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 buatan Rusia masih tetap ada.

Rusia mengumumkan pada September 2017 bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan senilai US$ 2,5 miliar dengan Turki untuk pengiriman sistem rudal anti-pesawat S-400 ke Ankara. 

Berdasarkan kontrak tersebut, Ankara menerima satu set resimen sistem rudal pertahanan udara S-400. Kesepakatan itu juga termasuk transfer sebagian teknologi produksi ke Turki.

Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 dari Rusia. Pengiriman peluncur S-400 ke Turki dimulai pada 12 Juli 2019.

Baca Juga: Soal uji coba sistem S-400, Erdogan: AS marah-marah bukan urusan kami!



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×