Global

Trump sempat tawarkan Kim Jong Un pulang dengan Air Force One, ini penyebabnya

Senin, 22 Februari 2021 | 20:16 WIB Sumber: Channel News Asia
Trump sempat tawarkan Kim Jong Un pulang dengan Air Force One, ini penyebabnya

ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump berbicara di taman Hotel Metropole saat KTT Korea Utara-AS kedua di Hanoi, Vietnam, 28 Februari 2019. REUTERS/Leah Millis

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Donald Trump menawarkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tumpangan pulang dengan Air Force One, setelah pertemuan puncak di Hanoi, Vietnam, dua tahun lalu, menurut sebuah film dokumenter BBC terbaru.

Film dokumenter BBC berjudul Trump Takes on the World menyebutkan, Trump secara "mengejutkan bahkan para diplomat paling berpengalaman" dengan menawarkan tumpangan pulang kepada Kim di Air Force One setelah KTT 2019 di Vietnam.

Jika Kim menerima tawaran tersebut, itu akan menempatkan Pemimpin Korea Utara dan mungkin beberapa rombongannya di dalam pesawat resmi Presiden Amerika Serikat (AS) dan memasuki wilayah udara Korea Utara, meningkatkan banyak masalah keamanan.

"Presiden Trump menawari Kim tumpangan pulang dengan Air Force One," kata Matthew Pottinger, pakar Asia terkemuka di Dewan Keamanan Nasional AS semasa Pemerintahan Trump, kepada BBC, seperti dilansir Channel News Asia.

Baca Juga: Curi uang kripto termasuk di Indonesia, AS dakwa 3 pejabat Korea Utara

"Presiden (Trump) tahu bahwa Kim tiba dalam perjalanan kereta beberapa hari melalui China ke Hanoi, dan Presiden berkata: Saya bisa mengantarmu pulang dalam dua jam jika Anda mau. Kim menolak," ungkap dia.

Untuk pertemuan puncak pertama dengan Trump di Singapura pada 2018, Kim menumpang pesawat Air China.

Selama KTT Singapura, Trump menunjukkan kepada Kim pandangan sekilas ke dalam mobil kepresidenannya, Cadillac senilai US$ 1,5 juta yang juga dikenal sebagai "The Beast", untuk menunjukkan hubungan persahabatan mereka yang baru.

Tapi bulan lalu, Kim mengatakan, AS adalah "musuh terbesar" Korea Utara. Dan, dia menambahkan, "kebijakan Washington terhadap Korea Utara tidak akan pernah berubah", tidak peduli "siapa yang berkuasa".

Selanjutnya: Koleksi rudal Korea Utara bikin gentar, dari Scud hingga Taepodong

 

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru