kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Trump akhirnya berbicara ke publik, mengakui Pemerintahan Joe Biden?


Sabtu, 14 November 2020 / 13:30 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump akhirnya berbicara ke publik pada Jumat (13/11) dan bersikeras, dia tidak akan pernah menempatkan Amerika Serikat (AS) ke dalam penguncian untuk membendung penyebaran virus korona.

Tetapi, Trump mengatakan, "waktu akan menjawabnya" jika pemerintahan lain yang menjabat pada Januari tahun depan melakukannya. Ini sinyal paling dekat dia mengakui bahwa Presiden terpilih Joe Biden bisa menggantikannya.

Dalam sambutan publik pertamanya sejak Biden Sabtu (7/11) pekan lalu secara luas diproyeksikan sebagai pemenang Pemilihan Presiden AS, Trump menyatakan, dia mengharapkan vaksin virus corona tersedia untuk seluruh populasi paling cepat April 2021.

Harapan itu muncul di tengah impitan infeksi baru yang telah mendorong jumlah kasus harian virus corona di negeri uak Sam ke rekor tertinggi.

Baca Juga: Akhirnya, China beri selamat untuk Presiden AS terpilih Joe Biden

Mengakui kemungkinan Pemerintahan Biden yang akan datang

Dalam sambutan di Rose Garden Gedung Putih, Trump tampaknya untuk pertama kali mengakui kemungkinan Pemerintahan Biden yang akan datang, meskipun ia berhenti untuk tidak kebobolan dan tidak menyebut nama saingannya.

"Idealnya, kami tidak akan melakukan lockdown. Saya tidak akan pergi, pemerintahan ini tidak akan melakukan lockdown," katanya seperti dikutip Reuters. 

"Mudah-mudahan, apa pun yang terjadi di masa depan, siapa yang tahu pemerintahan mana yang akan dibentuk. Saya kira waktu akan menjawabnya," ujar Trump

Sejak Pemilihan Presiden AS 3 November, Trump terus menerus dengan tuduhan tidak berdasar tentang kecurangan pemungutan suara yang meluas. 

Baca Juga: Nasihat istri dan menantu kepada Trump: Sudah saatnya mengaku kalah



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×