kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tegang! NATO kirim 40.000 pasukan dan 15.000 persenjataan ke dekat perbatasan Rusia


Rabu, 14 April 2021 / 11:58 WIB
ILUSTRASI. Pasukan Prancis untuk NATO menunggu kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Rukla, Lithuania, Selasa (29/9/2020). REUTERS/Ints Kalnins.

Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

Pekan lalu, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki menyatakan, tindakan Rusia di Timur Ukraina "sangat memprihatinkan".

"Amerika Serikat semakin prihatin dengan meningkatnya agresi Rusia di Timur Ukraina, termasuk gerakan Rusia di perbatasan Ukraina," ungkapnya, seperti dikutip CNN. 

"Rusia sekarang memiliki lebih banyak pasukan di perbatasan Ukraina daripada sebelumnya sejak 2014. Lima tentara Ukraina telah tewas minggu ini saja. Ini semuanya sangat mengkhawatirkan," kata Psaki.

Dia menambahkan, peninjauan atas tindakan Rusia akan AS selesaikan dalam "minggu, bukan bulan".

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menarik pasukan untuk meredakan situasi, menurut juru bicara Pemerintah Jerman.

Sebaliknya, Putin menuduh Ukraina melakukan "tindakan provokatif".

Selanjutnya: Redakan ketegangan, Jerman minta Rusia tarik pasukannya dari perbatasan Timur Ukraina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×