kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tak indahkan peringatan Taiwan, China bakal terus gelar latihan rutin


Rabu, 07 April 2021 / 12:00 WIB
ILUSTRASI. Kapal induk Liaoning milik Angkatan Laut China.

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan pada hari Minggu bahwa Liaoning, ditemani oleh lima kapal pengawal, telah transit di Selat Miyako dalam perjalanan ke Pasifik.

Global Times China mencatat, Nanchang, armada kapal perusak Type 055 baru yang kuat yang memasuki layanan tahun lalu, adalah bagian dari grup kapal induk.

"Kombinasi kapal induk dan kapal perusak besar Type 055 akan menjadi konfigurasi standar kelompok tugas kapal induk China di masa depan," tambahnya.

Liaoning dan kapal kembarnya, Shandong, telah melakukan latihan atau berlayar di dekat Taiwan sebelumnya.

Baca Juga: Siap untuk pertempuran nyata, jet tempur siluman China terbang tanpa lensa Luneburg

Pada Desember 2019, tak lama sebelum pemilihan presiden dan parlemen di Taiwan, Shandong berlayar melalui Selat Taiwan yang sensitif, sebuah langkah yang dikutuk oleh Taiwan sebagai upaya intimidasi.

Taiwan adalah masalah teritorial paling sensitif di Tiongkok dan menjadi potensi titik api militer. China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengawasi perombakan militer pulau itu, meluncurkan peralatan baru seperti korvet siluman "pembunuh kapal induk".

Selanjutnya: Tegang! Kapal induk AS menuju Laut China Selatan saat kapal induk China dekati Taiwan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×