kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Tahun lalu, produksi batubara capai 557,54 juta ton, bagaimana tahun ini?


Rabu, 06 Januari 2021 / 06:36 WIB

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Dihubungi terpisah, Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menilai, kenaikan harga masih belum berlandaskan pada fundamental yang kuat. Artinya, kondisi pasar dan harga saat ini belum tentu akan stabil dalam jangka panjang.

Perkembangan pasar global akan menentukan, terutama jika Australia mampu kembali memulihkan aktivitas perdagangan ke China. Apalagi pada tahun 2020, India pun mengalami kenaikan produksi yang sangat minim.

"Jadi saya yakin, perusahaan akan tetap berhati-hati dalam meletakkan kenaikkan harga saat ini," kata Singgih.

Selanjutnya: Harga batubara menanjak, APBI: Tidak menutup kemungkinan produksi bakal lebih tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×