Tahun Ini, Kinerja Asuransi Kendaraan Bermotor Diprediksi Menanjak

Rabu, 09 Februari 2022 | 08:25 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Tahun Ini, Kinerja Asuransi Kendaraan Bermotor Diprediksi Menanjak


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini bisnis asuransi kendaraan bermotor diprediksi masih akan menjadi salah satu penopang utama premi industri asuransi umum di tahun ini. Para pelaku asuransi umum pun optimistis kinerja dari lini bisnis ini dapat menanjak di tahun ini, seiring mulai menggeliatnya industri otomotif.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), sampai dengan kuartal III/2021 premi dari lini bisnis kendaraan bermotor mencapai Rp11,17 triliun atau tumbuh 1,5% yoy. Selain itu, lini bisnis kendaraan bermotor memang masih menjadi kontributor terbesar kedua setelah lini bisnis asuransi properti, yaitu mencapai 20,3% terhadap total premi dicatat.

Wakil Ketua AAUI Bidang Information and Applied Technology, Dody Dalimunthe meyakini, kondisi bisnis asuransi kendaraan bermotor akan membaik di tahun ini. Optimisme tersebut seiring dengan mulai pulihnya kondisi perekonomian, dan kegiatan usaha yang mulai berjalan dengan baik, juga mulai meningkatnya produksi pada kendaraan bermotor.

Baca Juga: Simak Strategi Perusahaan Insurtech Bidik Pertumbuhan Agresif di Tahun Ini

"Saat periode awal pandemi Covid-19 daya beli masyarakat memang berkurang, dan berdampak kepada pembelian kendaraan, sehingga banyak perusahaan pembiayaan atau multifinance mengalami penurunan bisnis yang berdampak ke kebutuhan atas polis asuransi kendaraan bermotor. Kendati demikian, dengan mulai pulihnya kondisi perekonomian, bisa meningkatkan produksi pada kendaraan bermotor," kata Dody kepada kontan.co.id.

Selain itu kata Dody, Gaikindo dan AISI juga menginformasikan adanya peningkatan produksi setelah melihat aktivitas ekonomi mulai pulih. Hal ini diyakini Dody akan berdampak kepada peningkatan penjualan mobil dan motor di tahun ini. Dengan demikian ada harapan untuk peningkatan polis asuransi kendaraan bermotor di tahun ini.

Di sisi lain, kontribusi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dinilai masih akan menjadi kontributor utama asuransi umum tahun ini, bersama dengan asuransi harta benda atau properti. Hal ini dikarenakan aset rumah dan kendaraan banyak dimiliki oleh masyarakat.

Salah satu perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo juga memperkirakan, di tahun ini  penjualan kendaraan akan relatif sama dengan pencapaian penjualan kendaraan tahun 2021.

Hal ini sesuai dengan target penjualan kendaraan dari GAIKINDO sebesar 900.000 unit, adapun penjualan di tahun 2021 secara retail sales mencapai 863 348 unit, tumbuh sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2020.

Direktur Pengembangan Bisnis Diwe Novara menjelaskan, seiring dengan program pembebasan PpnBm, tentunya bila program tersebut dilanjutkan dapat memiliki dampak yang berkelanjutan di tahun 2022.

"Namun melihat pemberitaan akhir-akhir ini dimana Indonesia sudah memasuki gelombang 3 Covid-19 tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap penjualan kendaraan termasuk juga keinginan untuk berasuransi, karena bila melihat kondisi beberapa tahun terakhir, masyarakat mengalihkan anggaran kepada yang lebih prioritas yaitu kesehatan," ujar Diwe.

Terkait pencapaian premi asuransi kendaraan bermotor, di tahun 2021 capaian Jasindo yaitu sebesar 70% dari total anggaran, namun secara kualitas portofolio cukup memberikan kontribusi yang positif pada hasil underwriting perusahaan. 

Hal ini kata Diwe juga seiring dengan strategi yang kita jalankan sejak pertengahan tahun 2020 yaitu fokus penggarapan B2C, penyeimbangan portofolio, serta mulai meninggalkan bisnis2 yang memiliki struktur biaya yang tinggi. Adapun kontribusi lini bisnis asuransi kendaraan bermotor terhadap total pencapaian premi Jasindo sebesar 7,5%.

Baca Juga: Insentif Pajak PPnBM dan PPN DTP Perumahan Efektif Mendorong Pemulihan Ekonomi

Dalam mendongkrak kinerja pada lini bisnis kendaraan bermotor di tahun ini, selain tetap melanjutkan apa yang telah di jalankan sejak pertengahan tahun 2020 lalu, Jasindo juga terus melakukan pengembangan bisnis digital baik dalam bentuk aplikasi maupun melakukan kerjasama dengan badan-badan usaha yang berbasis digital, selektif dalam melakukan penetrasi kepada perusahaan-perusahaan pembiayaan, dan terus melakukan monitoring dan mitigasi atas portofolio existing.

Di lain sisi, PT Asuransi Bintang Tbk mengaku realisasi pada lini bisnis asuransi kendaraan di akhir tahun 2021 lalu menurun sebesar 28%. Namun untuk keseluruhan produksi perusahaan hingga akhir tahun lalu bertumbuh 5,4%

"Mengingat kondisi pandemi dan keadaan industri secara keseluruhan yang belum sepenuhnya pulih, maka untuk asuransi kendaraan bermotor di tahun ini kami menurunkan target sebesar 12%. Sementara, secara keseluruhan total portfolio kendaraan bermotor sekitar 15%," ungkap Direktur Asuransi Bintang Reniwati Darmakusumah.

Dalam meningkatkan kinerja pada lini bisnis asuransi kendaraan bermotor di tahun ini, perusahaan menerapkan strategi dengan meningkatkan kerjasama dengan mitra kerja, intermediari, dan menyediakan mobile apps untuk pembelian produk secara retail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Handoyo .

Terbaru