Tahun Ini IFG Life Masih Fokus pada Transfer Polis dari Jiwasraya

Sabtu, 08 Januari 2022 | 08:30 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Tahun Ini IFG Life Masih Fokus pada Transfer Polis dari Jiwasraya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menyatakan, bahwa target bisnis perusahaan di tahun 2022 ini yaitu, akan fokus dalam memastikan semua polis transfer dari Jiwasraya dapat dikelola dengan baik.

"Dengan demikian selanjutnya bisa memulai untuk up selling dan cross selling khususnya pada nasabah korporasi yang saat ini sedang dalam proses di transfer," kata Fadhian Dwiantara selaku Pgs. Corporate Secretary IFG Life kepada kontan.co.id, Kamis (7/1).

Seperti diketahui, pengalihan polis nasabah ex Jiwasraya yang mengikuti restrukturisasi ke IFG Life telah mencapai 55% atau sebanyak 156,216 polis. Adapun, proses pengalihan tersebut sudah dilakukan sejak 18 Desember 2021 lalu. 

OJK memang mensyaratkan waktu pengalihan polis ini berlangsung selama tiga bulan. Tak hanya migrasi polis saja yang telah dilakukan, IFG Life juga sudah membayarkan manfaat pada pemegang polis produk Mantap plus C. Adapun, produk ini merupakan polis nasabah yang memilih restrukturisasi opsi dengan cicilan 5 tahun dan terdapat pembayaran uang muka sebesar 10%.

Baca Juga: Pengaduan Soal Pinjol Jadi yang Terbanyak Diterima YLKI pada Tahun Lalu

IFG Life telah melakukan pembayaran manfaat untuk tahapan yang jatuh tempo di tahun 2021, sebanyak 8.796 polis Mantap plus C sebesar lebih dari Rp 900 miliar

Sebagai gambaran, nasabah ex Jiwasraya yang memilih opsi tersebut ada sekitar 13.967 nasabah. Itu berarti, ada sekitar 62,98% nasabah yang memperoleh pembayaran uang muka 10% tersebut.

Fadhian pun menyampaikan bahwa dana yang digunakan untuk membayarkan manfaat tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah. Seperti diketahui, IFG Life melalui induknya IFG mendapatkan PMN di 2021 senilai Rp 20 triliun.

Asal tahu saja, Indonesia Financial Group (IFG) telah memperoleh kredit sindikasi sebesar Rp 6,7 triliun dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dana hasil pinjaman itu akan digunakan untuk memperkuat struktur modal PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) demi penguatan bisnis perusahaan ke depan.

Sebelumnya, IFG Life perlu memenuhi kebutuhan restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya yang totalnya mencapai Rp 26,7 triliun. Sampai saat ini, IFG telah mendapat dana segar berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp20 triliun. Sedangkan, sisanya berasal dari Himbara.

Selanjutnya, target bisnis IFG Life di tahun ini, yaitu akan memastikan kebutuhan eksisting nasabah akan proteksi dapat terpenuhi dengan baik. 

Baca Juga: LPEI Optimalkan Penyertaan Modal Negara untuk Pengembangan Ekspor Nasional

IFG Life juga akan fokus pada kerjasama dengan Mandiri Inhealth untuk produk asuransi bersama yang akan dipasarkan secara ritel dan melalui Bank BTN. "Dan untuk kerjasama dengan Bank BTN, IFG Life akan mempersiapkan produk-produk proteksi bagi nasabah BTN," katanya.

Fadhian menambahkan, bahwa di tahun ini pihaknya juga akan mulai meluncurkan produk-produk dengan basis proteksi yang bisa menjadi produk andalan.

Hingga pertengahan tahun lalu, induk perusahaan IFG Life, yaitu Indonesia Financial Group (IFG) secara konsisten telah menunjukkan kinerja yang positif.

Hingga Juni 2021, IFG Group berhasil membukukan laba tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp 1,8 triliun atau setara dengan 180% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada semester I-2021 sebesar Rp 1 triliun.

Secara yoy, laba perusahaan naik 178% dari tahun sebelumnya. Pencapaian laba ini sebagian besar berkat kontribusi dari pertumbuhan laba anak perusahaan asuransi dan penjaminan dengan rata-rata kenaikan mencapai 55%.

“Pencapaian ini menjadi bukti signifikan kekuatan hasil kolaborasi dan komitmen bersama antara holding dan anak perusahaan sehingga kami masih bisa bertumbuh meski di tengah pandemi," katanya.

Pihak meyakini bahwa upaya peningkatan secara terus menerus pada aspek tata kelola perusahaan, bisnis dan keuangan dapat meningkatkan kinerja perusahaan sepanjang tahun 2021.

Selain laba, nilai ekuitas IFG juga melampaui target yakni senilai Rp 43,13 triliun atau 2% lebih tinggi dari target di RKAP semester I 2021 sebesar Rp 42,17 triliun.

Realisasi itu dapat dilihat dari beberapa indikator rasio keuangan, di mana IFG mencatatkan EBITDA sebesar Rp 2,07 triliun per Juni 2021 atau 24% lebih tinggi dari target RKAP semester I 2021 yang sebesar Rp 1,67 triliun. Nilai itu naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 931,05 miliar.

Sementara itu, rasio likuiditas perusahaan per Juni 2021 berada dalam keadaan sehat yakni sebesar 1,76 kali atau 27% lebih baik dari target RKAP Semester I 2021 sebesar 1,38 kali.

Peningkatan kinerja tersebut menunjukkan keberhasilan peran dan fungsi strategis IFG dalam memperkuat daya saing anak perusahaan di sektor asuransi, penjaminan, capital market dan investasi.

Sejak terbentuknya IFG di tahun 2020 lalu, manajemen berkomitmen untuk terus melakukan transformasi dari sisi tata kelola, proses bisnis, sumber daya manusia hingga inovasi dan pengembangan teknologi informasi.

Hal ini dalam rangka mendorong terciptanya bisnis model yang akuntabel, prudent, dan transparan serta terus mendorong terciptanya kolaborasi yang saling menguntungkan antar anak perusahaan ataupun dengan BUMN lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru