kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Selat Taiwan, titik nyala yang paling berbahaya


Kamis, 05 November 2020 / 06:00 WIB

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

"Saya khawatir tentang kemungkinan konflik militer antara kedua belah pihak, bahkan mungkin dalam waktu dekat," ujar dia.

Kinmen yang berpenduduk 140.000 jiwa terletak hanya 3,2 km dari China daratan dan dikuasai pasukan Nasionalis pada akhir perang saudara pada 1949 yang membentuk China dan Taiwan.

Ian Easton, penulis buku tentang perang, menyebutkan, dunia mengabaikan ketegangan yang berputar-putar di Selat Taiwan karena risikonya.

"Ini adalah titik nyala yang paling berbahaya, paling tidak stabil, dan paling berpengaruh di planet ini," kata Senior Director Project 2049 Institute, sebuah lembaga think tank yang mengkhususkan diri dalam urusan China-Taiwan, kepada AFP, seperti Channel News Asia lansir.

Baca Juga: Pesawat tempur China masuki Selat Taiwan sebanyak 25 hari selama Oktober

Apalagi, Presiden China Xi Jinping pernah menggambarkan pengambilalihan Taiwan sebagai "persyaratan tak terelakkan untuk peremajaan besar rakyat China", sebuah proyek yang ingin Beijing selesaikan pada 2049, tepat seratus tahun berdirinya Tiongkok.

Selama perjalanan bulan lalu ke pangkalan militer PLA, Xi mengatakan kepada pasukan untuk "mempersiapkan perang".

James Fanell, mantan direktur intelijen angkatan laut untuk Armada Pasifik AS, yakin China akan pindah ke Taiwan dalam beberapa bentuk dalam 10 tahun ke depan.

"Kenyataannya adalah China selalu punya rencana dan mereka berada di garis waktu," ujarnya, yang kini bergabung dengan Pusat Kebijakan Keamanan  Jenewa, kepada AFP seperti dilansir Channel News Asia.

Selanjutnya: Tangkal serangan China, Amerika siap kerahkan rudal di kawasan Indo-Pasifik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×