Ekonomi

Sejumlah bank belum berencana menurunkan bunga KPR lagi

Sabtu, 21 November 2020 | 22:05 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Sejumlah bank belum berencana menurunkan bunga KPR lagi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) rajin memangkas suku bunga acuan guna menggairahkan ekonomi yang tengah melambat terutama akibat pandemi Covid-19. Bunga acuan kembali dipangkas 25 basis poin (bps) ke level 3,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI November 2020. Sehingga sepanjang tahun, bank sentral ini sudah menurunkan BI rate 1,25%.

Namun, penurunan bunga kredit di perbankan belum sekencang bunga acuan BI, termasuk pada Kredit Kepemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku bunga rata-rata KPR bank umum per Agustus tercatat sebesar 8,54% atau hanya turun 0,14% dibanding Desember 2019. Sedangkan bunga KPA hanya turun 0,25% ke 8,42%. 

Gubernur BI Perry Warjiyo berharap penurunan bunga acuan diikuti oleh perbankan dengan segera menurunkan suku bunga kreditnya agar bisa mendorong pemulihan ekonomi. “Saatnya kita membangun optimisme, sudah saatnya kita meningkatkan kembali perekonomian. Pemerintah, BI, OJK sudah begitu banyak melakukan sinergi kebijakan,” katanya, Kamis (19/11).

Baca Juga: Perbankan kian getol mengais pendapatan non bunga

Sementara Bank Mandiri mengaku sudah banyak menurunkan bunga KPR tahun ini. EVP Consumer Loan Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, bunga floating KPR perseroan saat sudah 11%, turun dari 12,5% pada akhir tahun lalu. "Bahkan untuk nasabah tertentu, kami bisa kasih sampai 10%. Itu untuk nasabah yang bagus, tetapi maksimal kami kasih satu tahun saja," ungkapnya pada Kontan.co.id, Jumat (20/11). 

Di samping itu, Bank Mandiri juga memberikan promo bunga tetap dengan rate rendah. Untuk bunga tetap satu tahun, bank pelat merah ini menawarkan bunga 4,59%. Lalu 5,99% tetap untuk jangka waktu tiga tahun, dan 6,85% fixed lima tahun. 

Untuk memberikan kepastian cicilan rumah dalam jangka waktu lama, Bank Mandiri menawarkan bunga 8,88% fix selama 10 tahun bagi karyawan Bank Mandiri dan 9,9% tetap selama 10 tahun untuk umum yang memiliki payroll di Bank Mandiri.

Program-program bunga tetap ini sebelum direncanakan hanya berlaku sampai Oktober tetapi kemudian perseroan memutuskan memperpanjang sampai Desember 2020. Sementara untuk bunga floating belum ada rencana untuk dipangkas lagi. Satyo bilang, bank perlu waktu minimal tiga bulan untuk melakukan penyesuaian penurunan bunga BI sesuai dengan perkembangan biaya dana.

Baca Juga: Ketentuan restrukturisasi diperketat, pembagian dividen bank ikut diatur

Sementara Bank CIMB Niaga belum memiliki rencana untuk menurunkan bunga KPR lagi. Bank ini sekarang lebih memilih fokus untuk menjalankan program bunga pasti fixed selama 10 tahun sebesar 9,5%. Program diluncurkan pada bulan September dan akan berlaku hingga Desember 2020.

Mortgage & Indirect Auto Business Head CIMB Niaga Heintje Mogi mengatakan, program bunga pasti ini sangat diminati pembeli properti. "Terbukti, dalam satu bulanan, kami bisa membukukan Rp 250 miliar booking. Program ini sangat diminati sehingga kami akan fokus memberikan kepastian bunga yang tidak berpengaruh terhadap perubahan suku bunga BI," ujarnya. 

Meski fokus di program tersebut, CIMB Niaga masih tetap mempertahankan bunga tetap 6% untuk tiga tahun dan 7% selama 5 tahun khusus untuk beberapa mitra-mitra pengembang yang besar. 

Adapun bunga floating KPR CIMB Niaga saat ini ada di kisaran 11%-12%. Heintje bilang, pihaknya belum memiliki rencana untuk turunkan bunga mengambang ini. Penurunan suku bunga acuan BI masih akan mereka evaluasi. Menurutnya, penurunan itu tidak serta merta membuat bunga floating turun karena bank harus mempertimbangkan berbagai biaya-biaya yang harus ditanggung.

BCA belum berencana menurunkan lagi bunga floating KPR tahun ini. Executive Vice President of Consumer Loan Division BCA Felicia M. Simon mengatakan, pihaknya sudah menurunkan bunga floating 0,5% dari akhir 2019 ke level 11% saat ini. 

Baca Juga: Turunnya suku bunga tidak serta-merta berdampak ke emiten properti, ini penyebabnya

Untuk memberikan keringanan bunga bagi nasabah,  BCA masih punya program promo bunga tetap 5,88%  selama 3 tahun.  Program ini masih akan berlangsung hingga akhir November ini. 

Sedangkan untuk mendukung penjualan hingga akhir tahun, Felicia bilang, perseroan masih akan merilis beberapa program kolaborasi dengan pengembang. 

Sementara BRI belum menetapkan untuk menurunkan bunga kredit konsumer, termasuk KPR, paska BI kembali turunkan bunga acuannya. "BI 7 days repo rate baru turun kemarin, sehingga BRI masih harus mengkaji untuk penurunan suku bunga kredit konsumer," kata  Handayani, Direktur Konsumer BRI.

Selanjutnya: Didukung Kookmin, Bukopin terus perbesar nasabah asal Korea

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Handoyo .


Terbaru