Satgas COVID-19: 3 tempat dan perilaku ini berpotensi tinggi penularan virus corona

Senin, 04 Oktober 2021 | 22:55 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Satgas COVID-19: 3 tempat dan perilaku ini berpotensi tinggi penularan virus corona

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan kasus bukan alasan untuk menjadi lengah. Berikut ini tempat dan perilaku berpotensi tinggi penularan virus corona, menurut Satgas Penanganan COVID-19.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menekankan, seluruh lapisan masyarakat harus bersikap antisipatif dan memahami pengelolaan tata cara berkegiatan yang baik.

"Karena karakteristiknya yang kompleks, berbagai peneliti sepakat bahwa penularan COVID-19 dipengaruhi oleh banyak faktor. Dan, mungkin berbeda berdasarkan tempat dan perilaku masing-masing masyarakat di dalamnya," kata Wiku dikutip laman covid19.go.id.

Dalam mencegah penularan COVID-19, ada beberapa upaya yang bisa masyarakat lakukan di tempat-tempat spesifik serta metode pencegahan penularannya. 

Baca Juga: PPKM berakhir 4 Oktober 2021, apakah akan diperpanjang? Ini tren kasus Covid-19

Pertama, di rumah dan lingkungan tempat tinggal. Karena, lingkungan rumah dan tempat tinggal bukanlah area yang 100% bebas penularan COVID-19. 

Faktor risikonya, tingkat kepatuhan protokol kesehatan secara kolektif, kepadatan tempat tinggal dan kedekatan, serta durasi interaksi antarmasyarakat. Baik dengan anggota keluarga satu rumah, anggota keluarga berbeda rumah, maupun dengan tetangga.

Antisipasinya, dengan konsisten mematuhi protokol kesehatan, segera merujuk kasus positif melakukan isolasi terpusat agar mencegah interaksi antara kasus positif dengan orang yang sehat, serta mengurangi kegiatan berkerumunnya masyarakat dan berbincang dalam satu ruang.

Kedua, selama melakukan perjalanan. Faktor risiko penularannya bervariasi. Peluang terbesar di dalam transportasi umum. 

Aspek penyebabnya juga beragam, termasuk tingkat kepatuhan protokol kesehatan oleh seluruh penumpang, sistem ventilasi alat transportasi, jarak antarpenumpang, durasi perjalanan, dan kebersihan alat transportasi.

Baca Juga: Selama protokol kesehatan ketat, PTM terbatas pun tak jadi masalah

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru