kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.156   -18,00   -0,10%
  • IDX 7.549   -44,70   -0,59%
  • KOMPAS100 1.040   -10,07   -0,96%
  • LQ45 743   -12,35   -1,63%
  • ISSI 274   -1,48   -0,54%
  • IDX30 399   -2,21   -0,55%
  • IDXHIDIV20 485   -4,24   -0,87%
  • IDX80 116   -1,48   -1,26%
  • IDXV30 139   0,33   0,24%
  • IDXQ30 128   -1,43   -1,11%

Salah Kaprah! Campur Pertamax dan Pertalite Bukan Bikin Irit, Malah Boros


Selasa, 21 April 2026 / 07:11 WIB
Salah Kaprah! Campur Pertamax dan Pertalite Bukan Bikin Irit, Malah Boros
ILUSTRASI. Mencampur Pertamax dengan Pertalite? Ahli UGM sebut oktan tak sesuai standar, performa turun, bahkan mesin knocking. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite membuat sebagian pelanggan berpikir untuk mencampurkan saja BBM Pertamax dan Pertalite. Tujuannya, untuk menghemat konsumsi BBM pada kendaraan. Namun hal ini ternyata tak sepenuhnya benar.

Dosen teknik mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady menjelaskan mencampur Pertamax dengan Pertalite menyebabkan nilai oktan tak sesuai standar.

Misalnya, pengguna sebelumnya menggunakan Pertalite lalu mencoba mengoplosnya dengan Pertamax, performa kendaraan bisa lebih baik. Tapi, bila sebaliknya, pengguna terbiasa menggunakan Pertamax lalu mencampur dengan Pertalite maka performa kendaraan turun.

"Kalau oktan lebih rendah, dampaknya ke mesin dan juga emisi," jelas Sentanuhady dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/2/2025).

Tetap saja, mencampur keduanya jadi satu mengakibatkan endapan karbon menumpuk pada ruang bakar mesin jadi lebih banyak. Akibatnya efisiensi BBM berkurang, konsumsi bahan bakar lebih banyak.

Bukan cuma itu, mencampur keduanya menjadikan mesin knocking atau dalam istilah bengkelnya menggelitik. Lama-kelamaan hal ini bisa menyebabkan kerusakan mesin.

"Knocking itu suara gemerutuk dari dalam ruang bakar. Kalau berlangsung terus menerus, bisa membuat mesin jadi rusak," bebernya.

Apalagi saat ini, mesin modern bisa mengenali jenis oktan BBM. Bila standarnya memakai RON 92, maka bila memakai di bawahnya timbul masalah di kemudian hari.

"Tidak akan ada masalah karena mesin modern biasanya sudah adaptif terhadap bahan bakar," jelasnya.

Baca Juga: Selamat Hari Kartini 2026, Pilih Ucapan & Poster Hari Kartini Ini Untuk Status Medsos

Tips hemat penggunaan BBM

Rupanya, cara berkendara yang salah ternyata dapat membuat performa mesin tidak maksimal dan bahkan membuat bahan bakar menjadi boros. Untuk menghindari hal tersebut ada tips dan trik yang dapat dilakukan oleh pengguna kendaraan.

  • Service kendaraan secara berkala

Melakukan service kendaraan secara rutin ternyata dapat menghemat bahan bakar. Lakukanlah service setiap 3 (tiga) bulan sekali atau setiap penggunaan mencapai 5.000 km.

Dengan melakukan service secara berkala, maka saluran bahan bakar dan komponen kendaraan lainnya akan diperiksa dan terjaga dalam kondisi terbaik. Hal itu akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit dan efisien.

  • Periksa tekanan angin pada ban

Selain mesin, Tekanan angin dalam ban juga harus dicek secara berkala, karena setiap kali roda berputar maka permukaan ban yang menapak di jalan akan menopang berat kendaraan tersebut. Dalam dunia otomotif, Ini disebut sebagai rolling resistance (tahanan gulir).

Tekanan angin pada ban yang kurang, akan membuat tahanan gulir membesar dan mengakibatkan pemborosan bahan bakar.

  • Perhatikan filter udara

Filter udara yang sudah terlalu kotor pada kendaraan akan membuat boros bahan bakar. Karena filter yang sudah tersumbat debu dan kotoran akan membuat mesin bekerja lebih berat untuk menghisap udara bersih.

Jika sudah begitu, Sebaiknya bersihkan filter udara setiap 2.000-3.000 km atau ganti jika pemakaiannya sudah terlalu lama.

  • Mengatur kecepatan kendaraan secara stabil

Hal ini penting untuk diperhatikan ketika berkendara dengan kecepatan tinggi. Sesuaikan laju kendaraan dengan kondisi lingkungan disekitar, jangan terlalu cepat atau lambat. Menggunakan cara ini akan membantu mesin kendaraan bekerja tidak terlalu berat dan dapat menghemat bahan bakar.

  • Gunakan bahan bakar yang sesuai

Hal ini merupakan poin paling penting yang harus diperhatikan ketika ingin menghemat bahan bakar. Penyebab bensin boros bisa dikarenakan penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi yang dapat membuat sistem pembakaran menjadi tidak sempurna.

Maka dari itu, gunakanlah bahan bakar sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Pertamax Series dan Dex Series merupakan rekomendasi bahan bakar yang baik untuk kendaraan karena dapat meningkatkan performa mesin dan tentunya pembakaran yang sempurna membuat mesin tidak boros.

Selain tips-tips di atas, hal terpenting lainnya dari cara menghemat bahan bakar adalah tetap menjaga etika saat berkendara dan tertib lalu lintas, karena keselamatan dan kepentingan bersama menjadi tujuan utama.

Mengemudi secara ugal-ugalan selain dapat membahayakan juga hanya akan membuat boros bahan bakar. Berkendaralah secara optimal, maka akan membuat perjalanan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

Baca Juga: Daftar Kelompok Masyarakat yang Dilarang Menggunakan Elpiji 3 Kg

Harga BBM Pertamina terbaru

Per 18 April 2026, Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi.

Mengutip mypertamina.id, jenis BBM nonsubsidi Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari awalnya Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Pertamina Dex juga mengalami kenaikan dari yang awalnya Rp 14.500 per liter kini melonjak menjadi Rp 23.900 per liter. Lalu Dexlite mengalami kenaikan dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter.

Sementara, harga Pertamax 92 tetap tak berubah di angka Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 Rp 12.900 per liter.

BBM subsidi juga tak mengalami kenaikan dimana Pertalite di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar masih di banderol Rp 6.800 per liter.

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang terbaru per 18 April 2026.

  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98) : Rp 19.400 per liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900 per liter
  • Dexlite (CN 51): Rp 23.600 per liter
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 23.900 per liter
  • Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
  • Biosolar (CN 48): Rp 6.800 per liter

Harga Pertamax berpotensi naik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan jika harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax berpotensi naik imbas dari melonjaknya harga minyak dunia.

"Kalau harganya (minyak dunia) turun, ya enggak naik (harga Pertamax). Tapi kalau harganya begini (naik) terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian," jelas Bahlil dikutip dari Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Rupanya, kenaikan harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite merupakan tahap pertama penyesuaian BBM nonsubsidi yang mengikuti harga minyak dunia. Tahap kedua bakal dilakukan tergantung situasi kedepannya.

"Kalau untuk BBM nonsubsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian," jelas Bahlil.

Tonton: Menakar Dampak Kenaikan Harga BBM Non Subsidi dan LPG 12 Kg terhadap Inflasi

Pemerintah hanya bisa menjamin harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tak naik hingga akhir tahun 2026.

"Saya katakan, yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi," terang Bahlil.

(Seto Ajinugroho, Aprillia Ika)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/20/201322926/benarkan-mencampur-bbm-pertamax-dan-pertalite-bikin-kendaraan-boros-ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×