kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.676   12,00   0,07%
  • IDX 6.628   -8,29   -0,12%
  • KOMPAS100 866   -1,10   -0,13%
  • LQ45 656   -1,74   -0,26%
  • ISSI 232   1,12   0,49%
  • IDX30 367   -1,05   -0,29%
  • IDXHIDIV20 453   -1,40   -0,31%
  • IDX80 99   -0,03   -0,03%
  • IDXV30 126   0,66   0,53%
  • IDXQ30 117   -0,45   -0,39%

Risiko penularan lokal virus corona di China meningkat, menyusul lonjakan kasus impor


Jumat, 13 November 2020 / 10:00 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Karena itu, Yin Chengji, Wakil Komisioner Badan Imigrasi Nasional, menyebutkan, China terus menghentikan pemberian visa untuk beberapa warga negara asing dan membatasi pergerakan keluar yang tidak mendesak oleh warga China.

Menurut Bi Kexin, pejabat Bea dan Cukai, China juga telah mengambil langkah-langkah yang lebih kuat atas makanan beku impor, setelah melakukan pemeriksaan acak pada lebih dari 870.000 sampel. 

China menuntut sertifikasi dari pemasok, dan regulator akan mengambil tindakan lebih keras terhadap makanan beku yang tidak dapat dilacak, kata Chen Xu, pejabat Badan Negara untuk Peraturan Pasar.

Saat ditanya, apakah China akan membuat apa yang disebut gelembung perjalanan dengan negara-negara yang tidak terlalu terdampak virus corona, Luo Zhaohui, Wakil Menteri Luar Negeri, menyatakan, sekarang bukan waktu yang tepat.

Baca Juga: Brasil hentikan uji coba calon vaksin corona dari Sinovac, ini penyebabnya

"Untuk gelembung perjalanan loop tertutup, kami tidak menyangkal kemungkinan ini, tetapi kami pikir kondisinya belum tepat," kata Luo di konferensi pers yang sama seperti dilansir Reuters.

Lou juga memperingatkan warga China agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. "Saran kami, jangan pergi ke luar negeri," ujar Luo.

Selanjutnya: Saat gelombang ketiga virus corona, kasus infeksi di AS lampaui 10 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×