kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Restrukturisasi Kredit Covid-19 Melandai, Potensi Kredit Macet Ikut Mengintai


Selasa, 05 Juli 2022 / 04:15 WIB
Restrukturisasi Kredit Covid-19 Melandai, Potensi Kredit Macet Ikut Mengintai

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Adapun per Maret 2022, restrukturisasi Covid-19 secara bank only mencapai Rp 67,7 triliun.  Sebanyak 2,45% sudah turun jadi NPL. 

Baru-baru ini, Bank Mandiri telah menetapkan kredit sindikasi yang diberikan kepada PT Titan Infra Energy anak usaha dari Titan Group ke dalam status NPL.

Bank Mandiri bersama dengan Bank CIMN Niaga, dan Credit Suisse Singapura memberikan kredit sindikasi sebesar US$ 450 juta kepada perusahaan tersebut pada 28 Agustus 2018 untuk untuk pembangunan jalan tol (hauling road) sebagai akses dari tambang perusahaan ke pelabuhan. 

Kasus kredit macet itu saat ini sedang mengalami sengkarut. Bank Mandiri telah melaporkan Titan Infra Energy dan anak perusahaan ke kepolisian berkaitan dengan dugaan tindak pidana. 

Bank BJB juga mencatat penurunan outstanding kredit restrukturisasi Covid-19 sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Outstanding restrukturisasi kredit Bank BJB maupun secara industri pun sudah menurun sejalan dengan pulihnya ekonomi. 

Yuddy Renaldi Direktur Utama Bank BJB mengatakan, puncak restrukturisasi kredit yg dilakukan akibat dampak pandemi mencapai 3% dari total kredit perseroan pada tahun 2021. Sementara saat ini sudah turun menjadi sekitar 1,5% dari total kredit. 

"Memang tidak semua debitur berhasil pulih dan kembali memiliki kemampuan bayar sehingga jatuh menjadi NPL, namun nilainya sangat kecil yaitu sekitar 2,7% dari outstanding restrukturisasi tersebut. Tetapi pencadangan  yang cukup memadai sudah dilakukan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×