Respons manajemen Bank BCA terkait keluhan konsumen soal mesin ATM yang eror

Kamis, 03 Desember 2020 | 18:55 WIB   Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Respons manajemen Bank BCA terkait keluhan konsumen soal mesin ATM yang eror

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Media sosial Twitter tengah dihebohkan dengan video viral layar transaksi cash recycle machine (CRM) milik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang bisa terlihat oleh orang lain.

Berdasarkan unggahan @a**i*ass*g*f menampilkan seorang nasabah BCA yang menggunakan CRM BCA mengalami kesalahan sistem yang membuat tampilan yang seharusnya hanya terpampang di mesin CRM muncul di bagian atas.

Layar di bagian atas ini sebenarnya berfungsi untuk menampilkan ketersediaan jumlah uang yang ada di dalam mesin tersebut.

"Masa tadi ke ATM trus layarnya malah pindah ke atas jadi seisi Indomaret bisa liat kita transaksi apa aja," tulis cuitan yang diunggah, Rabu (2/12).

Baca Juga: Implementasi kartu ATM bercip di sejumlah bank besar sudah lewati target BI

Akun @HaloBCA pun sudah dengan tanggap merespons unggahan tersebut dan segera melakukan perbaikan pada mesin setor tarik milik BCA.

Menanggapi kejadian itu, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi bagi nasabah perseroan.

Pihaknya pun mengakui bahwa telah terjadi permasalahan teknis pada salah satu mesin CRM BCA.

"Kami langsung  melakukan pengecekan ke lokasi, mematikan sementara mesin ATM tersebut untuk segera dilakukan perbaikan. Sejak pagi kemarin (2/12), mesin ATM tersebut sudah kembali normal dan dapat digunakan kembali untuk melakukan transaksi finansial nasabah," jelas Hera kepada Kontan.co.id, Kamis (3/12).

Sebagai informasi tambahan, pihaknya mengatakan telah melakukan preventive maintenance secara rutin di 17.415 ATM yang tersebar di wilayah Indonesia. "Kami juga mengapresiasi inisiatif nasabah yang melakukan pelaporan sehingga kami dapat menindaklanjutinya," imbuhnya.

Selanjutnya: Kurs dollar-rupiah di BCA hari ini Kamis 3 Desember, simak sebelum tukar valas

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru