Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, memperkirakan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp 39 triliun akibat impor 105.000 unit pikap tersebut.
Kerugian tersebut berasal dari potensi penurunan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor manufaktur, transportasi, pergudangan, hingga jasa perusahaan.
Selain itu, terdapat potensi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap hingga 330.000 tenaga kerja.
Di tengah tren penurunan penjualan otomotif dalam tiga tahun terakhir, sejumlah pihak menilai kebijakan pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih seharusnya menjadi momentum untuk menggerakkan industri nasional, bukan justru meningkatkan impor.
Tonton: Krisis Batubara ke PLTU Mulai Terjadi, Waspada Listrik Nasional Bisa Padam!
Keputusan akhir kini menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













