kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.825   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Realisasi program PEN sudah mencapai Rp 123,26 triliun hingga awal bulan ini


Kamis, 08 April 2021 / 17:40 WIB
Realisasi program PEN sudah mencapai Rp 123,26 triliun hingga awal bulan ini

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hingga 1 April 2021 realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 mencapai Rp 123,26 triliun.

Angka tersebut setara dengan 17,6% dari total pagu anggaran program PEN 2021 sebesar Rp 699,43 triliun. Artinya dalam kurun waktu kurang dari sembilan bulan anggaran PEN masih tersisa Rp 576,17 triliun.

Menko Airlangga mengatakan melalui program PEN tahun ini, pemerintah meyakini momentum pemulihan ekonomi bisa terakselerasi. Dia menyebut secara nominal anggaran PEN 2021 meningkat 21% dibandingkan dengan realisasi PEN 2020 sebesar Rp 579,78 triliun.

Baca Juga: Buruh menolak bila THR diberikan secara dicicil

Kenaikan anggaran terbesar yakni berasal dari program kesehatan yang mencapai Rp 176,3 triliun, naik drastis dari realisasi tahun lalu yang hanya Rp 63,51 triliun. 

Dus, tingginya anggaran kesehatan yang juga dialokasikan untuk vaksinasi ini diharapkan dapat segera mengembalikan aktivitas masyarakat secara normal. Sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, pemerintah akan berupaya mengakselerasi penyaluran program PEN, mengingat saat ini di kuartal II-2020, ekonomi dalam negeri sedang memasuki pemulihan.

Kata Airlangga, hal tersebut ditandai dengan perbaikan kinerja sektor manufaktur, makanan dan minuman, perdagangan, serta transportasi. Selain itu, dari sisi indikator ekonomi, purchasing managers index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret lalu sudah berada di level 53,2 yang menunjukkan arah ekspansi.

“Kita berharap ke depan sesuai dengan yang proyeksikan ekonomi bisa tumbuh 5% di tahun ini,” kata Menko Airlangga dalam video conference, Rabu (7/4).

Selanjutnya: Indonesia masuk 10 besar negara dengan progres vaksinasi tercepat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×