kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Realisasi Belanja Infrastruktur Menurun Karena Terdampak Libur Lebaran


Rabu, 24 Mei 2023 / 09:55 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah masih menyalurkan anggaran prioritas pada tahun 2023, salah satunya anggaran infrastruktur.  Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, hingga akhir April 2023, realisasi belanja infrastruktur mencapai Rp 59,7 triliun. 

Ini menurun 2,4% bila dibandingkan dengan realisasi belanja infrastruktur April 2022 yang sebesar Rp 61,1 triliun. 

"Realisasi belanja infrastruktur hingga 30 April 2022 yang lebih tinggi karena ada pencairan pembiayaan LMAN Rp 10 triliun," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (22/5). 

Sehingga dengan kata lain, penurunan belanja perlindungan sosial bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, lebih karena faktor basis tinggi.  Selain itu, dampak libur Idul Fitri pada April 2023 juga memengaruhi kinerja proyek-proyek pembangunan infrastruktur. 

Baca Juga: Belanja Perlindungan Sosial Turun, Sri Mulyani Beri Penjelasan

Sri Mulyani pun memerinci pemanfaatan anggaran tersebut. Dari datanya, ia menyalurkan sekitar Rp 34,4 triliun untuk belanja K/L. 

Ini terdiri dari Rp 22,8 triliun dari Kementerian PUPR untuk pembangunan jalan, jembatan, bendungan, jaringan irigasi, sarana dan prasarana pendidikan, sarpras air minum, sarpras sanitasi, dan bantuan stimulan swadaya. Kemudian, Rp 8,2 triliun dari Kementerian Perhubungan untuk rel kereta api, bandara, dan pelabuhan laut. 

Selain belanja K/L, pemerintah juga menggelontorkan Rp 19,3 triliun melalui Transfer ke Daerah untuk peningkatan kemantapan jalan, serta perluasan dan peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan. 

Pemerintah juga merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 6,0 triliun, yaitu realisasi FLPP untuk penyaluran pembiayaan perumahan kepada 16.647 unit rumah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×