Ramai Dibahas Soal Mobilisasi Parsial Rusia, Ini Pengertiannya

Kamis, 22 September 2022 | 11:44 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Ramai Dibahas Soal Mobilisasi Parsial Rusia, Ini Pengertiannya

ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada hari Rabu (21/9/2022). Sputnik/Pavel Bednyakov/Pool via REUTERS 


Pengertian cadangan militer Rusia

Moscow Times memberitakan, di atas kertas, cadangan militer Rusia lebih dari 2 juta orang. Jumlah itu termasuk mantan wajib militer (dinas militer wajib di Rusia), pensiunan perwira, dan mereka yang telah meninggalkan tugas aktif.

Diperkirakan 90% dari cadangan ini belum menerima pelatihan apa pun setelah dinas awal mereka di Angkatan Bersenjata, yang dalam beberapa kasus mungkin sudah puluhan tahun yang lalu.

“Cadangan tidak akan siap tempur. Itu semua akan tergantung pada apa yang mereka lakukan dan sudah berapa lama sejak mereka melayani. Keterampilan ini berkurang seiring waktu jika Anda tidak melatihnya,” kata Dara Massicot, pakar tentara Rusia di think tank AS RAND Corporation.

Baca Juga: Peringatan Putin ke Barat: Kami Tanpa Ragu Gunakan Semua Cara, Ini Bukan Gertakan!

Pengertian mobilisasi parsial

Tidak seperti "mobilisasi umum" yang memungkinkan Rusia untuk memanggil semua 2 juta cadangannya, mobilisasi parsial menetapkan bahwa panggilan militer akan dibatasi pada kelompok cadangan tertentu, atau mereka yang berasal dari wilayah tertentu di negara itu.

Ini kemungkinan berarti Rusia akan memanggil cadangan aktif, mereka yang telah menyelesaikan dinas militer mereka baru-baru ini, atau mereka yang memiliki pengalaman tempur.

Menurut Putin, mobilisasi parsial hari Rabu akan terbatas pada pasukan cadangan dengan pengalaman militer yang relevan.

Menurut Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dalam komentar yang disiarkan televisi setelah pidato Putin, Rusia akan memanggil secara total 300.000 tentara cadangan.

Ini adalah jumlah yang cukup besar, terutama jika dibandingkan dengan 190.000 tentara yang diperkirakan telah dikumpulkan Rusia untuk invasi ke Ukraina pada bulan Februari.
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru