kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Putin mengakui, AS agak lebih unggul dari China dalam senjata hipersonik


Kamis, 02 Desember 2021 / 12:44 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin menyapa anggota parlemen majelis rendah yang baru terpilih, State of Duma, di Moskow, Rusia, Selasa (12/10/2021). Sputnik/Sergei Bobylyov/Pool via REUTERS.

Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

Putin juga mencatat peningkatan kebuntuan antara Barat dan China. Menurutnya, pembentukan kemitraan AUKUS (Australia, Inggris, dan AS) adalah contoh tindakan destabilisasi negara-negara Barat.

“Faktanya tetap bahwa persaingan ini meningkat, dan kadang-kadang menjijikkan,” tegas dia. 

“Contohnya, pembentukan pakta AUKUS, yang mencakup AS, Inggris, dan Australia. Ketika seseorang membentuk aliansi tertutup melawan seseorang, itu tidak membantu memperbaiki situasi di kawasan itu, itu meningkatkan ketegangan,” imbuhnya.

Putin juga menyatakan, sanksi Barat terhadap China tidak bisa dibenarkan.

“Mereka mengkhawatirkan saya dengan China sejak tahun 2000. Sejak itu, mereka yang menakut-nakuti saya, menjadi takut dan mulai mengubah kebijakan mereka terhadap China," ungkap dia.

"Itu sudah berubah, karenanya berbagai sanksi dan pembatasan, yang menurut saya, sama sekali tidak bisa dibenarkan. Maksud saya, mereka bertentangan dengan norma-norma hukum internasional,” ujar Putin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×