Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sudah mendekati garis finis. Seiring berjalannya waktu, banyak umat Islam mulai menghitung mundur waktu menuju Hari Raya Idul Fitri 2026. Kapan Hari Raya Idul Fitri 2026?
Tanda-tanda akan berakhirnya Ramadhan adalah sudah banyak warga yang mudik ke kampung halaman. Kompas.com memberitakan puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada Rabu (18/3/2026) dini hari.
Jalur menuju Cikampek dipadati kendaraan pemudik dari Jakarta sejak Selasa (17/3/2026) malam. Kepadatan kendaraan mulai terjadi sejak Selasa malam dan mencapai puncaknya pada Rabu sekitar pukul 00.30 WIB. Antrean kendaraan terpantau mengular sejak Km 19 Grand Wisata, Tambun, Kabupaten Bekasi, hingga menuju wilayah Karawang.
Lantas, berapa hari lagi umat Islam akan merayakan Lebaran 2026?
Baca Juga: Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Krisis Ekonomi, Jadi 166 Juta Rial
Muhammadiyah tetapkan Lebaran 20 Maret 2026
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Berdasarkan penetapan tersebut, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Maklumat tersebut menyebutkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi.
Jika dihitung dari Rabu, 18 Maret 2026, maka waktu menuju Lebaran menurut Muhammadiyah masih sekitar 2 hari lagi.
Pada tahun ini Muhammadiyah juga menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yaitu sistem kalender Islam yang dirancang dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia agar kalender Islam dapat disusun secara sistematis dan lebih mudah diprediksi.
Baca Juga: Pajak Bisa Kantongi Data Transaksi Kartu Kredit, Ini Kata Ekonom
Pemerintah menunggu sidang isbat
Sementara itu, pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sidang tersebut bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 Hijriah.
Penentuan awal Syawal akan didasarkan pada hasil perhitungan hisab serta pengamatan hilal atau rukyat yang dilakukan di berbagai lokasi.
Sidang isbat juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Mengacu pada kalender Hijriah 1447 yang dirilis Kementerian Agama, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21–22 Maret 2026.
Jika perkiraan tersebut tepat, maka Lebaran 2026 masih sekitar 3 hari lagi dari Rabu, 18 Maret 2026.
Baca Juga: Pemerintah Sudah Cairkan Anggaran THR ASN Rp 3,12 Triliun Hingga Jumat (6/3/2026)
Sekarang Ramadhan hari ke berapa?
Sementara itu, bulan Ramadhan juga telah memasuki pekan terakhir.
Jika mengacu pada penetapan Muhammadiyah yang memulai puasa pada 18 Februari 2026, maka Rabu, 18 Maret 2026 merupakan hari ke-29 Ramadhan 1447 Hijriah.
Sedangkan berdasarkan keputusan pemerintah yang menetapkan awal Ramadhan pada 19 Februari 2026, maka hari ini merupakan hari ke-28 Ramadhan 1447 Hijriah.
Dengan demikian, Hari Raya Idulfitri tinggal dua atau tiga gari lagi.
Sebagian artikel bersumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/07/210000665/lebaran-2026-berapa-hari-lagi-muhammadiyah-tetapkan-tanggal-pemerintah?page=all#page2
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













