Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Teheran. Di tengah serbuan militer Amerika Serikat dan Israel, kaum buruh Iran mendapat kabar gembira. Upah buruh Iran tahun 2026 naik pesat, mencapai 60% dari tahun 2025.
Pemerintah Iran resmi menaikkan upah minimum pekerja lebih dari 60% di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat akibat inflasi tinggi dan sanksi internasional.
Kementerian Tenaga Kerja Iran mengumumkan kebijakan tersebut pada Minggu (15/3/2026), hanya beberapa bulan setelah gelombang demonstrasi nasional yang dipicu memburuknya kondisi ekonomi dan melonjaknya biaya hidup.
Dikutip dari Tasnim, Iran menyesuaikan upah minimum setiap tahun untuk memperhitungkan tingkat inflasi yang terus meningkat, terutama setelah mata uang nasional mengalami depresiasi tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan Upah Minimum di Iran
Sebelumnya, upah minimum bulanan di Iran berada di kisaran 103 juta rial atau sekitar Rp 1,3 juta.
Dengan kebijakan terbaru ini, upah minimum naik menjadi 166 juta rial atau setara sekitar Rp 2,1 juta per bulan.
Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada awal tahun kalender Persia yang akan dimulai dalam beberapa hari mendatang.
Selain kenaikan upah pokok, pemerintah juga menaikkan sejumlah tunjangan pekerja, termasuk tunjangan nafkah anak bagi keluarga pekerja.
Menurut situs pemantau nilai tukar Bonbast, mata uang Iran saat ini diperdagangkan di sekitar 1,47 juta rial per dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Data Resmi Dukcapil: Shio Tikus Terbanyak di Indonesia, Shio Kuda Terendah
Protes Nasional akibat Krisis Ekonomi
Kebijakan kenaikan upah ini muncul setelah gelombang demonstrasi besar yang terjadi pada Desember 2025.
Aksi tersebut dipicu oleh tingginya biaya hidup serta pelemahan nilai tukar mata uang rial terhadap dolar AS.
Protes yang awalnya bersifat ekonomi kemudian berkembang menjadi gerakan nasional yang menuntut berakhirnya kepemimpinan ulama di Iran yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Sejumlah kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa tindakan penindakan aparat terhadap demonstran telah menewaskan ribuan orang.
Tonton: Penggerebekan Bareskrim: Penyelidikan Aset Rp300 Miliar PT Dana Syariah Indonesia
Ketegangan Geopolitik Meningkat
Situasi domestik Iran semakin rumit setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Iran saat ini berada dalam kondisi konflik setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026.
Ketegangan tersebut juga memicu pernyataan keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya mengancam kemungkinan intervensi militer terhadap Iran.
Meski demikian, tujuan yang dinyatakan Trump dalam kampanye terhadap Iran disebut telah mengalami perubahan.
Trump juga beberapa kali menyerukan kepada masyarakat Iran untuk memanfaatkan momentum krisis ini guna bangkit dan mengambil kendali atas negara mereka.
Di tengah tekanan ekonomi, konflik geopolitik, serta ketidakstabilan domestik, kenaikan upah minimum ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban pekerja Iran yang menghadapi lonjakan biaya hidup.
Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/03/16/060000270/di-tengah-perang-iran-umumkan-kenaikan-upah-minimum-lebih-dari-60.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













