kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

PPKM Darurat ikut menekan kinerja impor pada bulan lalu


Kamis, 19 Agustus 2021 / 09:45 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja impor Indonesia pada bulan Juli 2021 turun bila dibandingkan Juni 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor bulan laporan sebesar US$ 15,11 miliar atau turun 12,22% mtm dari US$ 17,22 miliar pada Juni 2021. 

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, penurunan impor pada Juli 2021 tak lepas dari adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sepanjang bulan tersebut. 

Pembatasan kegiatan ini meredam, terutama, kinerja impor minyak dan gas (migas) karena berkurangnya permintaan. Asal tahu saja, impor migas tercatat US$ 1,78 miliar atau turun 22,28% mtm. 

“Meskipun harga minyak dunia naik, tetapi kebetulan impor produk minyak terutama bahan bakar minyak (BBM) tidak melonjak, karena kebutuhannya juga berkurang seiring dengan pembatasan pergerakan mobilitas,” ujar Margo, Rabu (18/8) via video conference. 

Baca Juga: Pemerintah optimis dapat tekan jumlah pengangguran di bawah 6%

Bila berdasarkan penggunaan barang, impor Indonesia juga terpantau menurun secara bulanan, baik itu impor barang konsumsi, bahan baku/penolong, maupun barang modal. 

Terperinci, impor konsumsi pada bulan Juli 2021 tercatat US$ 1,62 miliar atau turun 1,22 mtm. Sementara impor bahan baku yang memegang pangsa 75,55% dari total impor tercatat US$ 11,42 miliar atau turun 12,37% mtm, pun impor barang modal  tercatat US$ 2,07 miliar atau turun 18,58% mtm. 

Senada, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, implementasi PPKM Darurat pada bulan Juli 2021 menurunkan kinerja impor secara bulanan. 

“Pembatasan aktivitas ini merupakan respon pemerintah untuk memitigasi kasus Covid-19, tetapi memang berkonsekuensi menurunkan permintaan domestik yang akhirnya memengaruhi kinerja impor,” ujar Faisal kepada Kontan.co.id. 

Baca Juga: Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada bulan Juli 2021



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×