Pilihan warga Jerman di tengah wabah ganas Covid-19: Divaksinasi, sembuh, atau mati

Selasa, 23 November 2021 | 12:16 WIB Sumber: Channel News Asia
Pilihan warga Jerman di tengah wabah ganas Covid-19: Divaksinasi, sembuh, atau mati

ILUSTRASI. Seorang dokter menyuntikkan vaksin ke seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di tengah wabah baru Covid-19 di Berlin, Jerman, 2 November 2021. REUTERS/Hannibal Hanschke.

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Sebagian besar orang Jerman akan divaksinasi, sembuh, atau mati dari Covid-19 dalam beberapa bulan, Menteri Kesehatan Jens Spahn memperingatkan pada Senin (22/11), ketika mendesak lebih banyak warga untuk divaksin.

"Mungkin pada akhir musim dingin ini, seperti yang kadang-kadang dikatakan sinis, hampir semua orang di Jerman akan divaksinasi, sembuh, atau mati," kata Spahn yang menyalahkan "varian Delta yang sangat menular" sebagai penyebab gelombang keempat.

"Itulah mengapa kami sangat merekomendasikan vaksinasi," tambahnya, seperti dikutip Channel News Asia.

Peringatan keras itu datang ketika Jerman berlomba untuk menahan rekor peningkatan infeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir, dengan rumahsakit membunyikan alarm tentang unit perawatan intensif yang meluap.

Baca Juga: WHO sangat cemas akan lonjakan Covid-19 di Eropa, mengapa demikian?

Meskipun akses luas ke vaksin virus corona gratis, hanya 68% populasi Jerman yang sudah divaksinasi penuh, tingkat yang menurut para ahli terlalu rendah untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Gelombang keempat Covid-19 yang ganas

Jerman, negara terpadat di Uni Eropa, menambahkan 30.643 kasus lagi pada Senin (22/11), menurut Robert Koch Institute, sehingga total sejak awal pandemi menjadi lebih dari 5,3 juta.

Hampir 100.000 orang telah meninggal sejauh ini, termasuk 62 orang selama 24 jam terakhir.

"Kami memiliki situasi yang sangat, sangat sulit di banyak rumahsakit," ungkap Spahn.

Jerman pekan lalu mengumumkan pembatasan virus corona yang lebih keras untuk menahan gelombang keempat Covid-19 yang ganas.

Baca Juga: Jerman siapkan aturan yang lebih ketat untuk warga yang tidak divaksinasi Covid-19

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru