Pertamina Sedang Melakukan Kajian Peluang Berpartisipasi di Blok Masela

Jumat, 23 September 2022 | 07:15 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Pertamina Sedang Melakukan Kajian Peluang Berpartisipasi di Blok Masela


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menyatakan, pihaknya mendorong PT Pertamina untuk mengkaji lebih jauh Blok Masela. Harapannya di akhir tahun ini bisa memberikan hasil evaluasinya. 

“Menurut kami Pertamina tidak bisa sendiri juga harus mencari partner dengan Inpex dan tentu Inpex juga belum tentu mau dengan siapa saja,” ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Rabu (21/9). 

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan Pertamina Hulu Energi, Arya Dwi Paramita mengatakan, Pertamina sedang melakukan kajian peluang berpartisipasi di Blok Masela. 

Baca Juga: IPA Dukung Pengembangan Blok Masela

“Pertamina Terbuka untuk bermitra (konsorsium) namun saat ini masih terlalu awal untuk memastikan hal tersebut,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (22/9). 

Yang terang, Arya mengakui Pertamina sudah melakukan komunikasi aktif dengan pihak-pihak terkait dan nantinya akan ada proses bisnis yang harus dijalankan sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG) 

Medco Berpotensi Masuk Masela

Perihal Medco yang akan masuk ke Masela, Tutuka menyatakan, pihaknya terbuka dengan opsi tersebut. “Kalau diajak bisa saja diajak kalau tertarik, nanti kita tolong juga karena ini besar risikonya,” kata Tutuka. 

Sebelumnya, Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyampaikan, Medco konsider 10% untuk mengambil sebagian PI Shell di Masela. 

“Tetapi dari pemerintah sih mau aja tergantung dari konsorsium saja maunya bagaimana kan ada 35% nih,” kata Arifin. 

Belum lama ini Direktur Utama Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro pernah mengatakan kepada Kontan, Medco tertarik untuk masuk jika keekonomian proyek bagus. Hanya saja mereka hanya ingin menjadi minoritas saja untuk proses pembelajaran. 

Baca Juga: Menteri ESDM Sebut Medco Pertimbangkan Beli 10% PI Shell di Masela

Hilmi menjelaskan, Masela adalah pengembangan lapangan migas laut dalam yang memerlukan paling tidak dua hal. Pertama, operator yang memiliki kemampuan organisasi dan teknologi untuk membangun dan mengembangkan lapangan migas laut dalam. Setahu Hilmi, hanya “the majors” yang sudah terbukti seperti Shell, Exxon, Chevron, BP, ENI dan beberapa yang lain. 

Kedua, adalah balance sheet yang besar dan kuat untuk menanggung biaya capex yang sangat besar.  

“Jadi salah satu anggota konsorsium untuk mengembangkan lapangan Masela harus memiliki kedua kriteria di atas,” kata Hilmi 

Adapun menurut Hilmi, untuk menarik investor untuk proyek sebesar itu keekonomiannya harus menarik plus jaminan contract sanctity

Selanjutnya: Harga Minyak Naik Pada Perdagangan Jumat (23/9) Pagi, Dibayangi Kekhawatiran Pasokan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru